MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang merekomendasikan Pemkot Malang untuk melakukan reformasi digitalisasi di sektor pajak dan retribusi daerah. Rekomendasi ini, didasarkan salah satunya penilaian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang 2025 yang hanya naik 2,3 persen.
Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian hasil pembahasan Banggar DPRD Kota Malang terhadap rancangan perubahan KUA PPAS APBD 2025 di Gedung DPRD Kota Malang pada Jumat (29/8/2025). Banggar DPRD Kota Malang menilai bahwa stagnannya PAD yang hanya naik 2,33 persen menjadi sinyal lemahnya kinerja penggalian potensi lokal khususnya di sektor pajak dan retribusi.
Banggar DPRD Kota Malang merekomendasikan Pemkot Malang tak hanya mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat. Dengan tegas, Banggar DPRD Kota Malang mendorong Pemkot Malang untuk segera melakukan transformasi menyeluruh dalam sistem pungutan PAD melalui digitalisasi, intensifikasi dan perluasan basis pajak.
Banggar DPRD Kota Malang juga mendorong Pemkot Malang menaikkan target Pendapatan Daerah dalam rancangan perubahan KUA PPAS APBD 2025. Di sektor Pajak Daerah yang diusulkan sebesar Rp 846 milyar, Banggar menaikkan menjadi Rp861 Miliar. Kemudian di sektor Retribusi Daerah dari Rp72 Miliar dinaikkan menjadi Rp123 Miliar.
“Intinya itu (kenaikan target pendapatan daerah) sebagai salah satu analisa kami kemarin di banggar,” kata Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPRD Kota Malang.
Menurutnya, ada sejumlah potensi Pendapatan Daerah yang masih bisa digenjot. Baginya, realisasi Pendapatan Daerah nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat Kota Malang sendiri.
“Jadi ada beberapa yang masih berpotensi untuk bisa digenjot lagi. Untuk apa, ya tentu akan balik lagi untuk masyarakat,” terangnya.
Selain itu, Banggar DPRD Kota Malang juga mendorong Pemkot Malang untuk memperkuat kontribusi aktif BUMD hingga optimalisasi aset daerah sebagai sumber penerimaan Pendapatan Daerah yang strategis.
“Jadi di komisi B, kami juga sudah menganalisa potensi BUMD itu apabila kita kawinkan dengan beberapa stakeholder itu bisa menggenjot kinerja,” jelasnya.
“Jadi ini salah satu bagian dari catatan catatan, sehingga diharapkan tahun ini bisa diaplikasikan meski dampaknya tak terllau terlihat signifikan. Karena bulannya tinggal dikit. Tapi itu harus menjadi bekal teman teman BUMD untuk bekerja di tahun berikutnya,” tandasnya. (Adv).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








