MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang menggelar rapat paripurna pada Jumat (31/05/2024). Mereka mempertanyakan sejumlah realisasi dana APBD Kota Malang 2023 yang tidak mencapai target.
Dalam rapat paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2023, mereka mempertanyaan hal itu. Sebanyak 6 fraksi di DPRD Kota Malang menyampaikan pandangannya. Mulai Fraksi PDIP, PKB, PKS, Gerindra, Golkar, hingga Fraksi Damai. Mereka menyoroti realisasi anggaran APBD 2023.
Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah yang memimpin rapat itu menyampaikan, realisasi anggaran APBD 2023 yang tidak tercapai sesuai target jadi persoalan di tubuh Pemkot Malang setiap tahun. Dia mencontohkan, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) 2023 hanya tercapai 79 persen atau sekitar Rp792 miliar dari target Rp1,2 triliun.
“Jadi masih ada kekurangan yang itu juga dipertanyakan fraksi di DPRD Kota Malang,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, realisasi Belanja Daerah APBD Kota Malang 2023 hanya terserap 91 persen atau Rp2,59 triliun dari target Rp2,8 triliun. Menurut dia, menimbulkan Silpa APBD 2023 mencapai Rp199 miliar.
Sedangkan realisasi belanja pegawai terserap 89 persen atau sekitar Rp834 miliar dari target sekitar Rp935 miliar. Berbagai pencapaian realisasi anggaran APBD yang tidak sesuai target itu menurutnya menjadi PR Pemkot Malang setiap tahun.
“Kami selalu mendorong soal realisasi anggaran itu ke depannya, jangan sampai di bawah 80 persen,” kata Rimzah.
Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan jawaban atas capaian realisasi anggaran yang dipertanyakan fraksi di DPRD Kota Malang saat rapat paripurna selanjutnya.
“Intinya, saya sudah sampaikan dalam laporan pertanggungjawaban APBD 2023. Kenapa tidak tercapai, karena ini terkait dengan adanya regulasi baru yang harus dijadikan patokan. Tetapi tentu nanti akan kami jawab detailnya dalam rapat paripurna selanjutnya,” imbuh Wahyu.
Di sisi lain, Wahyu menyampaikan, Silpa APBD 2023 sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Yakni dari Silpa APBD 2022 sekitar Rp460 miliar menjadi Rp199 miliar pada 2023.
“Nanti pada 2025 tentu kami akan berusaha memperbesar soal pencapaian realisasi maupun target yang ditetapkan,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








