MALANG, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang gelar screening mencegah kasus HIV/AIDS. Hasilnya, ada 355 orang positif yang dilakukan kepada 17 ribu orang selama 2025. DPRD Kota Malang menyorot tingginya angka temuan ini.
Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi merasa prihatin tingginya angka kasus HIV/AIDS yang didominasi dari kalangan mahasiswa itu. Dia mengaku melihat langsung kasusnya di tengah masyarakat.
“Saya yakin jumlahnya jauh lebih banyak, tapi belum terdeteksi. Bahkan, saya baru menemui kasus warga yang terindikasi HIV. Ini sangat memprihatinkan,” kata Arief pada Kamis (08/01/2025).
Baca Juga: Mengenal Hari AIDS Sedunia yang Diperingati Setiap 1 Desember
Dia menilai lemahnya pengawasan di tengah maraknya rumah kos sehingga ada aktivitas penghuni yang longgar. Padahal, dia mengatakan, sudah ada aturan pengawasan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Rumah Kos.
“Banyak kos-kosan yang bebas, laki-laki membawa perempuan atau sebaliknya. Ini menjadi salah satu faktor munculnya penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS akibat perilaku kumpul kebo dan gonta-ganti pasangan,” ungkapnya.
Dalam Perda Rumah Kos, dia mengatakan, ada dua ketentuan utama wajib dipatuhi pemilik kos. Yakni ada penanggung jawab yang tinggal di lokasi dan larangan kos campur laki-laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan.
Dia kini mendorong Pemkot Malang untuk tegas menerapkan Perda Rumah Kos sebagai antisipasi penyebaran HIV/AIDS.
Baca Juga: Dinkes Kota Malang: Hasil 17 Ribu Screening 355 Orang Positif HIV/AIDS
“Tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Satpol PP harus sinergi dengan kelurahan, babinsa, dan bhabinkamtibmas untuk mendata ulang dan mengawasi,” tuturnya.
Dia menjelaskan, perlunya masif memberikan sanksi tegas bagi pemilik kos yang melanggar regulasi di Kota Malang. Kalau perlu, Arief meminta Pemkot Malang mencabut izin atau menutup rumah kos yang menyalahi aturan.
“Sebab kalau ini dibiarkan tanpa pengawasan, kos-kosan akan semakin bebas dan kasus HIV berpotensi terus meningkat,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








