PASURUAN, Tugujatim.id – Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Pasuruan, Selasa (21/03/2023). Di depan jajaran DPRD Kota Pasuruan dan forkopimda, Gus Ipul memaparkan capaian pemerintah selama setahun terakhir.
Gus Ipul menyatakan indeks pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan meningkat secara signifikan pada 2022. Dari angka 3,43 pada 2021, naik menjadi 6,24 di 2022.
“Sektor ekonomi tahun ini naik hampir 100 persen, ini semua berkat perbaikan kinerja seluruh instansi,” ujar Gus Ipul.
Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pasuruan 2022 juga melebihi dari target. Di mana pada 2022 diproyeksikan PAD senilai Rp860.391.048.391, namun bisa terealisasi hingga sebesar Rp909.477.628.200.
Meski begitu, secara proporsi, pendapatan Kota Pasuruan masih didominasi oleh pendapatan transfer atau dari APBN sebesar 82,24%. Adapun pendapatan asli daerah (PAD) murni hanya sebesar 17,76%.
“Dari data ini, menunjukkan bahwa realisasi PAD kami sudah lebih tinggi dari target yang ditentukan,” imbuhnya.
Gus Ipul juga menyampaikan sejumlah sektor selain perekonomian yang mengalami kenaikan. Di antaranya, indeks pembangunan manusia Kota Pasuruan yang naik dari nilai 76,00 ke 76,54.
Dari sektor kesehatan, angka harapan hidup juga meningkat dari 71,77 menjadi 71,96. Untuk sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah juga meningkat dari nilai 9,14 menjadi 9,67.
“Beberapa sektor ada yang mengalami penurunan. Misal indeks kualitas lingkungan hidup dari 60,21 ke 56,72. Indeks reformasi birokrasi juga turun dari 64,88 ke 64,09,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan memberikan beberapa catatan menanggapi LKPj dari wali kota. Di antaranya menyoroti tentang angka gini ratio di Kota Pasuruan pada 2022 yang meningkat dari nilai 0,34 menjadi 0,35.
Menurut Ismail, kenaikan angka gini ratio ini menunjukkan bahwa kesenjangan pendapatan masyarakat di Kota Pasuruan juga melonjak.
“Seharusnya dengan pertumbuhan ekonomi yang naik hampir 100 persen, bisa menekan angka gini ratio,” ujar Ismail.
Dia memperkirakan kenaikan perekonomian tahun ini masih dirasakan oleh sektor pengusaha menengah ke atas. Jadi, ketimpangan pendapatan terutama dengan sektor usaha kecil dan menengah masih terjadi.
“Evaluasi ke depan, kami perlu menyiapkan skema bagaimana caranya pengusaha-pengusaha besar bisa ikut mengangkat potensi para pengusaha kecil,” ujarnya.