SURABAYA, Tugujatim.id – Terbaru, kasus Covid-19 subvarian MB.1.1. mengalami peningkatan di sejumlah negara Asia seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Karena itu, DPRD Surabaya imbau warga hidup bersih dan sehat.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SR.03.01/C/1422/2025 tentang kewaspadaan terhadap virus tersebut.
Selaras dengan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/11560/436.7.2/2025 untuk kewaspadaan masyarakat di tengah tren penurunan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan.
Meski untuk penularan dan fatalitas virus ini rendah, hal ini membuat kekhawatiran sejumlah pihak akan potensi lonjakan kembali kasus tersebut.
Menanggapi hal ini, anggota Komisi D DPRD Surabaya Dr Michael Leksodimulyo MBA MKes, akhirnya angkat bicara.
Secara khusus, dia meminta warga Surabaya untuk segera menerapkan kembali disiplin protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan tunggu ada korban baru. Lebih baik mencegah sekarang daripada menyesal nanti,” tegas Dr Michael pada Rabu (11/06/2025).
Baca Juga: Virus Covid-19 Terdeteksi di Indonesia, Dinkes Jember Waspada Hadapi Mutasi Baru
Meski hingga kini belum ada laporan kasus aktif Covid-19 di Surabaya, Dr. Michael menilai hal tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah.
“Virus ini bisa menyebar sangat cepat. Satu kasus bisa menjadi sepuluh dalam waktu singkat jika kami abai,” ungkapnya.
Dia mengingatkan bahwa gejala Covid-19 varian baru sering menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.
“Banyak yang mengira cukup minum vitamin, padahal perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan,” imbuh politisi dari Fraksi PSI tersebut.
Untuk itu, dia mendorong masyarakat kembali membiasakan hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk memakai masker di tempat ramai, mencuci tangan secara rutin, serta membekali anak-anak dengan makanan dari rumah.
Pemkot Surabaya Siaga Covid-19
Kendati demikian, dia pun memastikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya telah siaga menghadapi kemungkinan lonjakan kasus.
“Fasilitas swab siap, tenaga medis bersiaga, dan sistem pemantauan aktif dijalankan,” tutur Dr Michael.
Namun, dia mengingatkan bahwa kesiapan logistik dan anggaran tetap harus diperhatikan.
“Untuk biaya swab itu memang tidak murah. Jadi harus ada antisipasi anggaran yang matang,” paparnya.
Imbauan untuk Tempat Umum dan Perusahaan
Dia juga meminta sektor-sektor dengan mobilitas tinggi seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan perusahaan untuk menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer.
Sementara untuk stok perlengkapan prokes seperti masker dan hand sanitizer masih tersedia, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Jangan tunggu krisis. Pertahanan kita yang pertama saat ini adalah sabun dan masker,” ucapnya.
Gerak Cepat Pemkot Surabaya
Kini, Dinkes Surabaya pun telah mengaktifkan kembali pemantauan ILI/SARI (Influenza Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection) di semua puskesmas dan rumah sakit, serta memperkuat sistem Surveilans Ketat Deteksi Dini dan Respons (SKDR).
Tak luput, dia juga meminta warga Surabaya untuk belajar dari pengalaman saat menghadapi Covid-19 beberapa tahun kebelakang.
“Kita sudah pernah melewati masa sulit akibat pandemi. Jangan biarkan kelengahan membuat kita terjebak di situasi yang sama. Disiplin kecil hari ini bisa menyelamatkan banyak nyawa besok,” pungkasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








