TUBAN, Tugujatim.id – Kondisi Pasar Kenduruan yang mangkrak sejak diresmikan pada akhir 2020, akhirnya menuai sorotan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Tuban Luqmanul Hakim angkat bicara terkait bangunan pasar bernilai miliaran rupiah yang hingga kini belum juga dimanfaatkan.
Luqman yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Nasdem DPRD Tuban, mendesak agar pemkab melalui dinas terkait segera mencari solusi konkret. Menurut dia, tidak seharusnya fasilitas publik semegah itu dibiarkan terbengkalai tanpa arah.
“Pasar itu dibangun dengan tujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Kalau hari ini justru terbengkalai, artinya ada yang perlu dievaluasi. Kami mendorong dinas terkait segera memikirkan langkah pemanfaatannya,” tegas Luqman, Sabtu (05/07/2025).

Mantan wartawan ini menilai, tujuan awal pembangunan Pasar Kenduruan yakni untuk meningkatkan perputaran ekonomi lokal harus tetap diwujudkan. Setidaknya, aset yang sudah berdiri itu perlu dioptimalkan agar bisa bermanfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Setidaknya, jangan sampai tujuan utamanya hilang begitu saja. Ekonomi lokal harus tetap menjadi prioritas,” imbuhnya.
Pasar Tidak Difungsikan sejak Peresmian
Untuk diketahui, Pasar Rakyat Kenduruan yang terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Kenduruan, dibangun dengan anggaran hampir Rp6 miliar. Dana tersebut berasal dari APBN melalui Kementerian Perdagangan sebesar Rp4 miliar, ditambah anggaran pendamping dari P-APBD Tuban tahun 2019–2021. Pasar Kenduruan ini dilengkapi fasilitas cukup lengkap, mulai dari 96 los, 18 kios, kantor pengelola, hingga musala, dan toilet.
Namun sejak diresmikan, pasar ini tidak kunjung difungsikan. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu kini dibiarkan kosong, bahkan mulai rusak dan ditumbuhi semak liar.
Terkait kondisi tersebut, Luqman mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti secara kelembagaan. Jika diperlukan, pihaknya akan menggelar rapat kerja (raker) bersama dinas terkait untuk membahas jalan keluar terbaik.
“Insyaa Allah kami akan melakukan raker jika memang diperlukan. Kami juga akan menjalin koordinasi lebih lanjut agar fasilitas itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik,” jelasnya.
Luqman berharap pemerintah tidak lepas tangan terhadap aset yang telah dibangun menggunakan uang rakyat. Sebab, keberadaan pasar bukan hanya soal bangunan, tapi juga menyangkut hajat hidup warga sekitar yang menggantungkan ekonomi dari aktivitas perdagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








