TUBAN, Tugujatim.id – Proyek Pasar Rakyat Kenduruan yang menelan anggaran hingga hampir Rp6 miliar, kini justru jadi monumen bisu kegagalan perencanaan pemerintah. Bangunan megah itu berdiri di tengah Desa Sidomukti, Kecamatan Kenduruan, tapi sudah bertahun-tahun tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Warga hanya bisa menyaksikan fasilitas Pasar Rakyat Kenduruan itu berubah jadi sarang rumput liar dan puing-puing yang perlahan rusak.
Pasar ini diresmikan pada Desember 2020 oleh mantan Bupati Tuban H. Fathul Huda dengan harapan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat. Tapi setelah empat tahun, pasar justru ditinggalkan begitu saja. Tidak ada aktivitas perdagangan. Bahkan, sebagian warga menyebutnya “bangunan mubazir”.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Inspeksi Pasar Besar Pasca Tembok Ambrol Makan Korban
“Sudah kami duga dari awal. Wong di sini sudah ada pasar desa yang aktif, kok malah bangun pasar baru lagi. Ya wajar kalau nggak jalan,” ujar Marwan, warga Kenduruan, Jumat (04/07/2025).
Mengacu data dari laman resmi Pemkab Tuban, pembangunan Pasar Rakyat Kenduruan tersebut dibiayai dari Dana Tugas Pembantuan APBN sebesar Rp4 miliar dari Kementerian Perdagangan RI.

Ditambah lagi, Pemkab Tuban mengucurkan dana sebesar Rp200 juta pada 2019 dan 2020 melalui P-APBD untuk membangun akses jalan, pagar, dan saluran air. Lalu pada 2021, proyek ini kembali disuntik anggaran Rp1,7 miliar untuk tambahan fasilitas seperti listrik, air bersih, tempat parkir, hingga plengsengan.
Sayangnya, nilai investasi besar itu tidak sebanding dengan dampak yang dihasilkan. Pasar tipe D dengan 18 kios dan 96 los ini tidak pernah benar-benar hidup.
Aset Dibiarkan Bupati Lindra
Ironisnya, aset yang kini berada di bawah kewenangan Pemkab Tuban itu terkesan ditelantarkan oleh pemerintahan Bupati Aditya Halindra Faridzky.
“Kalau pemerintah serius, dari awal pasti sudah dihitung matang soal kebutuhan dan lokasi. Ini malah bangun dulu, fungsinya dipikir belakangan,” ungkapnya.

Kondisi bangunan saat ini sangat memprihatinkan. Tembok mulai mengelupas, rumput menjalar di mana-mana, dan sejumlah bagian mulai rusak karena tidak pernah digunakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMK dan Perdagangan Kabupaten Tuban Agus Wijaya, hingga kini belum merespons saat dikonfirmasi terkait alasan pasar tidak difungsikan. Pesan yang dikirim lewat WhatsApp belum berbalas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








