JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jatim mengungkapkan penyebab sejumlah Jembatan di Jember rusak parah.
Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, mengungkap penyebab runtuhnya sejumlah jembatan di Kabupaten Jember pasca banjir yang menerjang beberapa waktu lalu.
Usai dilakukan peninjauan langsung bersama berbagai pihak terkait, beberapa jembatan yang terkena dampak banjir memiliki tingkat kerusakan bervariasi.
Jembatan Cinta Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. tercatat sebagai yang mengalami kerusakan paling parah. Selain faktor cuaca ekstrem yang menyebabkan meluapnya Sungai Bedadung, konstruksi bangunan yang relatif rendah juga mempengaruhi.
“Penyebabnya semua rata-rata karena banjir kemarin itu. Jadi karena banjir sehingga rata-rata jembatannya yang pendek-pendek ini terseret air sehingga semuanya roboh dari lima jembatan itu,” ungkap Edy pada Minggu (15/2/2026).
Ia juga menyoroti terkait konstruksi di setiap jembatan. Edy menegaskan bahwa secara konstruksi tidak ada masalah. Kerusakan terjadi karena faktor ketinggian jembatan yang tidak memadai saat debit air meningkat drastis akibat hujan deras dalam waktu lama.
“Secara konstruksi servernya nggak masalah, tapi cuma ketinggiannya yang nanti kita tambahi karena memang kita enggak tahu hujan turun itu dengan debit berapa,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika hujan deras berlangsung lama, debit air otomatis membesar dan bisa menyebabkan over topping di jembatan-jembatan yang posisinya tidak terlalu tinggi.
Dinas PU Bina Marga saat ini tengah melakukan asesmen menyeluruh terhadap seluruh jembatan yang rusak untuk menghitung perkiraan biaya pembangunan kembali. Hasil asesmen tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan arahan pelaksanaan ke depan.
“Nanti kita asesmen semua, termasuk kira-kira berapa untuk pembangunan kembali jembatan-jembatan yang rusak itu. Setelah itu kita lapor ke Ibu Gubernur terkait pelaksanaan kedepan seperti apa,” ujar Edy.
Terkait target penyelesaian, Edy menyatakan masih menunggu hasil asesmen detail di lapangan. Pihaknya akan memeriksa kondisi pilon dan komponen jembatan lainnya untuk menentukan apakah perlu diganti atau bisa dipasang kembali.
“Kalau nggak perlu ganti ya kita pasang lagi. Tapi kalau misalnya posisinya ada bengkok, itu nggak bisa diluruskan lagi, harus diganti. Nanti kita lihat,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








