Dr Aqua Dwipayana: Hati-Hati, Layani Warga Binaan Harus dengan Hati - Tugujatim.id

Dr Aqua Dwipayana: Hati-Hati, Layani Warga Binaan Harus dengan Hati

  • Bagikan
Dr Aqua Dwipayana (dua dari kiri) berfoto bersama pejabat Kanwil Kemenkumham Papua sembari menujukkan buku trilogi The Power of Silaturahim. (Foto: Dokumen)
Dr Aqua Dwipayana (dua dari kiri) berfoto bersama pejabat Kanwil Kemenkumham Papua sembari menujukkan buku trilogi The Power of Silaturahim. (Foto: Dokumen)

JAYAPURA, Tugujatim.id – Semua warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan mestilah dilayani dengan mengedepankan nurani atau hati serta senantiasa hati-hati. Dengan demikian, setiap mereka yang menjalani hukuman di dalamnya akan terdorong untuk menyadari kesalahan mereka dan bertaubat agar tidak mengulangi hal serupa.

Hal itu dipaparkan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana saat menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi pada kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemasyarakatan kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua pada Selasa pagi (25/5/2021) di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Acara tersebut dihadiri puluhan pejabat Kanwil Kemenkumham Papua termasuk Kakanwil Anthonius M Ayorbaba. Sedangkan dari kantor pusat yang datang adalah Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Pemasyaraktan Abdul Aris.

Dr Aqua membawakan materi berjudul “Menumbuhkan Etos Kerja Petugas Melalui Kemampuan Diri”.

Doktor jebolan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat tersebut menegaskan bahwa semua warga binaan yang masuk ke Lembaga Pemasyarakatan adalah orang yang bermasalah. Untuk itu seluruh petugas harus membantu menuntaskan masalahnya, minimal mengeleminirnya.

“Semua warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan adalah saudara kita. Karena itu pendekatan kepada mereka harus dengan hati dan hati-hati. Selalulah menjadi pelayan yang baik. Melakukannya tanpa pamrih. Hanya mengharapkan ridho dan balasan dari Tuhan,” ujar Dr Aqua yang efektif selama tiga hari di Papua melaksanakan Sharing  Komunikasi dan Motivasi sebanyak tujuh sesi.

Menurut Dr Aqua, setiap pelayan itu pekerjaannya sangat mulia. Membantu orang banyak dan mencarikan solusi atas semua masalah yang ada. Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu mengatakan bahwa kehadirannya di Papua yang merupakan undangan Theo, panggilan akrab Anthonius M Ayorbaba, adalah untuk melayani seluruh pegawai Kanwil Kemenkumham Papua termasuk peserta Rakernis Pemasyarakatan dan para warga binaan.

“Pada Sharing Komunikasi dan Motivasi di Rakernis Pemasyarakatan ini saya merasa terhormat menjadi pelayan bapak-bapak dan ibu-ibu. Tidak banyak orang yang kualifikasinya Pakar Komunikasi dan Motivator mendapat kesempatan emas seperti saya ini. Makanya amanah yang diberikan Pak Theo harus saya optimalkan agar beliau yang memberi kepercayaan tidak kecewa,” kata Dr Aqua dengan rendah hati.

Selalu Melaksanakan 3K

Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius M Ayorbaba bersama Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius M Ayorbaba bersama Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Sebagai pelayanan, tambah Dr Aqua, di manapun bertugas harus memberikan layanan yang terbaik kepada orang yang dilayani. Sehingga mereka puas dan kesan positifnya mendalam sekali.

Untuk menjalankan pelayanan yang baik, ungkap Dr Aqua, harus selalu melaksanakan 3K. Dengan begitu keberadaannya diterima lingkungan.

K yang pertama adalah Kredibilitas. Berusahalah menjadi pegawai yang dipercaya baik oleh atasan, rekan sejawat, bawahah, maupun semua mitra termasuk para warga binaan. Jangan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang diperoleh.

“Ingat, begitu menyalahgunakan amanah, bisa selamanya tidak dipercaya. Kalau sampai terjadi seumur hidup bakal merugikan diri sendiri,” tegas Dr Aqua.

Sekali menciderai amanah, menurut Dr Aqua susah mengembalikan kepercayaan itu. Meski bisa tapi butuh waktu lama dan kerja keras.

K yang kedua adalah Komitmen atau janji. Begitu berjanji pada siapapun juga, harus ditepati. Kalau terpaksa tidak mampu memenuhinya karena di luar kemampuannya segeralah meminta maaf kepada orang yang pernah dijanjikan.

“Biasakanlah meminta maaf jika merasa salah termasuk kalau tidak bisa memenuhi janji. Jangan pernah ragu melakukannya. Selama ini saya selalu minta maaf kepada kedua anak saya, Alira dan Ero jika berbuat salah. Mereka memaafkannya dan meneladani perbuatan saya itu,” jelas Dr Aqua.

Penulis buku super best seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi itu” mencontohkan  pada pertengahan April 2021 saat Ramadhan dihubungi Theo. Diinfokan akan diundang untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kanwil Kemenkumham Papua.

Waktu itu Dr Aqua langsung menyanggupinya. Begitu dikirimkan jadwal kegiatannya yakni Senin sampai Rabu (24-26/5/2021), mantan wartawan di banyak media besar berangkat ke Papua.

K yang ketiga adalah Konsisten. Selalulah konsisten melakukan semua aktivitas. Jangan ada sedikitpun kekhawatiran dalam hidup sehingga tidak melakukannya.

“Masih sering terjadi ada orang yang kurang konsisten karena khawatir tidak mendapatkan rejeki termasuk kehilangan jabatan. Itu menunjukkan orang tersebut tidak percaya Tuhan yang telah menentukan rejeki setiap orang jauh sebelum orang itu lahir,” kata Staf Ahli Ketua KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini.

Kepada semua yang hadir, Dr Aqua menegaskan agar jangan sekali-kali mengambil yang bukan haknya. Orang di sekitarnya termasuk atasannya mungkin tidak tahu. Namun Tuhan maha tahu. Semuanya harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Khusus di Lembaga Pemasyarakatan, tambah Dr Aqua, semua hak warga binaan agar diberikan ke mereka. Jangan sekali-kali mengambilnya karena tidak berkah.

“Kalau yang bukan haknya atau milik orang lain diambil pasti tidak berkah. Dampak negatifnya bisa dirasakan langsung oleh diri sendiri dan keluarga termasuk anak-anak,” ujar Dr Aqua.

Sebagai pelayan di Lembaga Pemasyarakatan menurut Dr Aqua semua pegawai di tempat itu memiliki potensi masuk surga. Pekerjaan membina warga binaan sangatlah mulia. Masuk surga itu bisa terwujud, jelas penulis banyak buku best seller itu jika selalu bekerja profesional dan melaksanakan semua amanah secara konsisten. Melayani setiap orang tanpa pamrih. Hanya mengharapkan rida dan balasan dari Tuhan.

Alat Musik Tifa

Dr Aqua Dwipayana ketika menabuh alat musik khas Papua, tifa pada kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Papua di Hotel Horizon Abepura, Jayapura, Provinsi Papua, Senin (24/5/2021). (Foto: Dokumen)
Dr Aqua Dwipayana (dua dari kiri) ketika menabuh alat musik khas Papua, tifa pada kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Papua di Hotel Horizon Abepura, Jayapura, Provinsi Papua, Senin (24/5/2021). (Foto: Dokumen)

Sehari sebelumnya, pada Senin sore (24/5/2021) Theo membuka Rakernis Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Papua. Ditandai dengan pemukulan alat musik Tifa khas Papua.

“Saya memegang alat musik Tifa. Saya minta Pak Aris dan Dr Aqua untuk memukulnya. Terserah beliau berdua mau memukul berapa kali,” ujar Theo sambil tersenyum.

Dalam sambutan pada acara yang tema besarnya “Akselerasi Adaptasi Pemasyarakatan PASTI Maju” dengan sub tema “Melalui Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan kita tingkatkan Integritas Petugas Pemasyarakatan untuk mewujudkan Kanwil Kemenkumham Papua PASTI TIFA”, Theo menegaskan banyak tantangan yang dihadapi di Lembaga Pemasyarakat. Di antaranya jumlah warga binaan melebihi kapasitas,  kemampuan sumber daya manusia yang harus digerakkan bekerja cepat, kerja keras, dan kerja produktif, sarana dan prasarana yang belum memadai.

Selain itu banyak di Unit Pelaksana Teknis (UPT) tidak memiliki dukungan yang komprehensif untuk mendukung program pembinaan dan keamanan, peran media yang sangat besar dan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik harus terus dikerjakan dan dilakukan.

“Masalah pemasyarakatan bisa diidentifikasi agar dapat menyusun strategi-strategi yang tepat untuk meminimalisir gangguan Kamtibmas yang sering terjadi. Kemudian mengimplementasikannya,” tegas Theo.

Dikatakan bapak dua anak itu pada kurun waktu terakhir permasalahan yang menonjol adalah adanya pelarian delapan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Jayapura. Juga kejadian pengeroyokan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke akibat salah pengertian.

Theo meminta seluruh Kepala UPT agar segera mencari solusi terbaik setiap ada masalah di lingkungan kerjanya. Juga harus bisa menginisiasi untuk melakukan perubahan dengan melaksanakan deteksi dini di jajarannya.

“Selain itu melakukan komunikasi terutama koordinasi dengan semua pihak karena kerja kita membutuhkan orang lain. Itu penting dilaksanakan untuk menjawab setiap tantangan yang ada terutama di lingkungan kerja masing-masing,” pungkas Theo yang juga mantan Kakanwil Kemenkumham Papua Barat.

  • Bagikan