Dr Aqua Dwipayana Sambangi “Kota Pecel” untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi

  • Bagikan
Dr Aqua Dwipayana ketika menyampaikan motivasi dalam sebuah Sharing Komunikasi dan Motivasi di sebuah acara. (Foto: Dokumen)
Dr Aqua Dwipayana ketika menyampaikan motivasi dalam sebuah Sharing Komunikasi dan Motivasi di sebuah acara. (Foto: Dokumen)

MADIUN, Tugujatim.id – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menyambangi Kota  Madiun untuk menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi, Senin (14/6/2021). Di “Kota Pecel” tersebut, Dr Aqua dijadwalkan memberikan sharing di dua tempat berbeda yakni di Gedung Baramahkota Polres Madiun Kota, Jawa Timur serta berdiskusi dengan belasan wartawan dan netizen di salah satu resto di sana.

Kehadian penulis buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim tersebut atas undangan Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan untuk melaksanakan semua kegiatan itu. Acaranya telah lama direncanakan dan baru terealisasi pada hari ini karena kesibukan masing-masing.

Sejak Minggu tadi malam Dr Aqua sudah berada di Kota Madiun. Bapak dua anak itu diskusi sama Dewa di rumah dinasnya hingga sekitar pukul 23.55. Banyak hal yang mereka bicarakan termasuk berbagai kegiatan yang telah dilakukan Dewa sejak 6 Januari 2021 menjabat sebagai Kapolres Madiun Kota.

Meski baru sekitar lima bulan bertugas di Madiun namun sudah banyak aktivitas yang dilakukan Dewa dan jajarannya. Terutama dalam menjaga situasi yang nyaman, aman, dan kondusif di Kota Madiun dalam suasana pandemi Covid-19 ini.

“Saya sangat mengapresiasi Pak Dewa dan jajarannya di Polres Madiun Kota yang telah bekerja secara optimal untuk mewujudkan suasana yang kondusif. Masyarakat Kota Madiun khususnya jadi merasa nyaman,” ujar Dr Aqua yang juga Staf Ahli Ketua KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik tersebut.

Semua yang dilakukan Dewa dan jajarannya sejalan dengan semboyan transformasi menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi). Itu adalah visi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk dapat melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat serta menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya guna terwujudnya harkamtibmas.

Visi yang diselaraskan dengan kemajuan teknologi 4.0 ini diturunkan dalam 16 program kerja, yang menjadi misi. Visi Presisi ini menunjukkan niat untuk melakukan perubahan sesuai perkembangan jaman dengan lebih banyak menggunakan teknologi informasi, ketrampilan, dan pengetahuan. Intinya, Polri ke depan akan lebih modern dalam menjalankan tugas, terlebih saat kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini.

Visi ini juga sesuai Grand Strategy Polri 2005-2025. Pada tahap terakhir grand strategy tersebut untuk dilaksanakan pada tahun 2021-2025 mengupayakan Polri menjad institusi terbaik yang berkelas dunia.

“Kita perlu mengapresiasi visi Kapolri, yang menekankan pentingnya melanjutkan reformasi kultural Polri agar Polri menjadi lebih humanis dan menghormati hak asasi manusia. Untuk mewujudkan visi Presisi ini, Polri harus bisa menganalisa keamanan dalam negeri, lebih meningkatkan pentingnya intelejen keamanan untuk dapat membaca situasi dan kondisi keamanan dalam negeri. Diikuti pentingnya fungsi pembinaan masyarakat dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat guna menjaga Harkamtibmas dan mencegah kejahatan, sebagai tindakan preventif,” ungkap Dr Aqua.

Apresiasi Tinggi

Dr Aqua Dwipayana bersama Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan. (Foto: Dokumen)
Dr Aqua Dwipayana bersama Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan. (Foto: Dokumen)

Terkait itu tema Sharing Komunikasi dan Motivasi yang akan dipaparkan Dr Aqua Dwipayana adalah tentang “Peran Polri di Era 4.0 Dalam Menghadapi Tantangan Tugas di Masa Pandemi Covid-19 untuk Mewujudkan Kamtibmas Kondusif Menuju Polri yang Presisi”.

Untuk menuju hal tersebut,  lanjut Dr Aqua, tentunya harus dikuatkan dengan patroli keamanan yang dilakukan Sabhara dan patroli lalu lintas oleh Lalu lintas sebagai bentuk tindakan preemtif. Serta pelayananan bagi terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan oleh Reskrim.

“Intinya mendukung upaya menjadikan Polres dan Polsek sebagai ujung tombak Harkamtibmas dan mengutamakan restorative justice. Hal ini pernah diusulkan sebelumnya oleh Kompolnas, mengingat berdasarkan konstitusi, menjaga Harkamtibmas melalui pelayanan, pengayoman, dan perlindungan masyarakat lebih diutamakan, barulah penegakan hukum sebagai upaya terakhir,” kata doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjut mantan wartawan di banyak media besar tersebut, memahami Ilmu Komunikasi sangat penting bagi seluruh anggota Polri agar dapat mengkomunikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pelaksanaan tugas kepolisian dalam menegakkan hukum dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.

“Kemampuan komunikasi setiap anggota Polri sangat penting untuk meningkatkan hubungan masyarakat, karena persepsi dan citra masyarakat terhadap Polri tergantung dari hubungan masyarakat yang dijalankan Polri. Oleh karena itu, diperlukan pendalaman yang dapat membuktikan bahwa terdapat korelasi antara komunikasi dengan hubungan masyarakat. Diperlukan data dan fakta yang dapat menunjukkan bahwa implementasi komunikasi Polri dapat meningkatkan hubungan masyarakat,” jelas Dr Aqua.

Sementara Dewa menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas berkenannya Dr Aqua memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya di Polres Madiun Kota. Hal itu sangat bermanfaat untuk memberikan semangat kepada para anggotanya yang selama pandemi Covid-19 nyaris tidak ada waktu untuk istirahat.

“Saya berterima kasih sekali dan sangat mengapresiasi Pak Aqua yang bersedia datang ke Madiun di tengah jadwalnya yang sangat padat. Saya tahu selama pandemi Covid-19 ini beliau sibuk sekali,” ujar Dewa yang rendah hati.

Trilogi The Power of Silaturahim

Buku Trilogi The Power of Silaturahim karya Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Buku Trilogi The Power of Silaturahim karya Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Sementara itu kepada semua yang hadir pada acara Sharing Komunikasi dan Motivasi di Polres Madiun Kota dibagikan dua buku dari buku “super best seller” The Power of Silaturahim. Kedua buku itu berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Sampai sekarang sudah terjual sekitar 28 ribu ribu eksemplar buku. Selain Jakarta dan sekitarnya, pemasaran buku-buku yang merepresentasikan kiprah silaturahim Dr Aqua tersebut, banyak tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Saking banyaknya pembelian buku di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga stok buku-bukunya di Kota Semarang dan Kota Yogyakarta sudah hampir habis. Untuk mengantisipasi permintaan yang mendadak dan mendesak, saya sudah menambah persediaannya dari Jawa Timur,” terang Dr Aqua dengan tetap rendah hati.

Sebagaimana diketahui, kedua buku tersebut melengkapi buku pertama “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” yang menjadi super best seller terjual hingga 160.000  eksemplar dan menjadi awal dari program umrah gratis The Power of Silaturahim (POS).

“Alhamdulillah, semua datang dari Allah SWT. Sejak awal saya meniatkan diri berbuat yang terbaik dan menjalankan silaturahim dengan sebaik-baiknya. Semua yang saya lakukan memang selalu diusahakan untuk dituliskan secara ringan dan dibagikan ke ribuan teman-teman saya melalui grup WA. Semoga menjadi inspirasi positif bagi semua,” ungkap pria murah senyum kelahiran Pematang Siantar, 23 Januari 1970 ini.

Buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” memuat kisah jalinan persahabatan dua anak manusia dari latar belakang yang jauh berbeda, baik suku, agama, ras, dan golongan atau strata sosial-ekonominya. Dr Aqua seorang muslim dari suku Minangkabau yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dari keluarga sederhana pasangan Ayah-Bunda Syaifuddin-Asmi Samad.

Sedangkan Ventje seorang Tionghoa Katholik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari keluarga pengusaha pasangan Papi-Mami Rudy Suardana-Susianawati Harlim. Yang satu sampai mengenyam pendidikan S3 hanya di tingkat lokal/nasional, sedangkan satu lainnya kuliah di Amerika Serikat.

Terlepas dari banyak perbedaan di antara mereka, kedua tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut mampu menjalin persahabatan bahkan hingga tingkat seperti saudara kandung. Dan, persaudaraan itu bukan hanya antarmereka berdua melainkan juga keluarga besar kedua belah pihak.

Guru Besar dan Dekan ke-9 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Prof Deddy Mulyana, MA, Ph.D membubuhkan kata pengantar yang sangat apik dan relevan di buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)”.

Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo juga menyampaikan kata pengantar untuk buku setebal 237 halaman yang diterbitkan oleh Media Baca Mandiri ini.

Buku “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama” berkisah tentang kiprah sosial kakak-beradik Alira-Ero Dwipayana. Di usia yang cukup muda –masih kepala dua, Alira-Ero telah menorehkan prestasi yang menjadi idaman semua orangtua.

Prestasi itu tidak hanya mereka ukir dalam kaitannya dengan capaian pendidikan atau lingkungan kampus. Di luar itu, yang tentu membuat kedua orangtua mereka bahagia dan sangat bersyukur ialah Alira-Ero telah menorehkan karya dalam kiprah mereka di bidang sosial-kemanusiaan.

Kepedulian sosial terhadap sesama itu dilakukan di tengah kesibukan kakak-beradik itu bersekolah di SMA Regina Pacis Bogor, Jawa Barat, dan sesudahnya. Saat Alira kemudian kuliah di Korea University Business School di Seoul, Korea Selatan (Korsel) dan bekerja di perusahaan farmasi terkemuka Daewoong di Korsel, dia terus melanjutkan kiprah sosialnya.
Hal yang sama juga dilakukan Ero yang kini mahasiswa semester VIII Fikom Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Kiprah mereka selengkapnya tersaji di buku setebal 293 yang dibubuhi kata pengantar oleh mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo ini. (*)

  • Bagikan