Edukasi Anak-Anak, Mahasiswa KKN UM Bikin Mural Biota Laut di Taman Keceh Malang

  • Bagikan
Before dan after karya mural mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun 2021 di Taman Keceh, di Kampung Celaket RT 03, RW 02, Kota Malang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Before dan after karya mural mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun 2021 di Taman Keceh, di Kampung Celaket RT 03, RW 02, Kota Malang. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Pengabdian diri mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun 2021 tak berbatas. Bahkan, kali ini mereka menyasar Taman Keceh, tempat wisata lokal yang terletak di Kampung Celaket RT 03, RW 02, Kota Malang, sebagai objek untuk mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak.

Mengapa Taman Keceh? Sebab, taman ini berupa kolam air sedalam 80-110 cm yang memanfaatkan sumber air di pinggir Sungai Brantas. Taman Keceh juga dikenal dengan sebutan “kolam pinggir kali”, dalam bahasa Jawa artinya kolam di pinggir sungai. Meski lokasinya berada di pinggir Sungai Brantas, para warga memastikan wahana bermain ini aman dari banjir.

Sebagaimana proses pembangunan dulu ketika musim hujan, air sungai tidak sampai meluap ke kolam. Justru lokasi tersebut dapat dikatakan menjadi daya tarik yang unik dari tempat wisata lokal ini. Bahkan, di tempat wisata ini tergolong sangat murah dibandingkan tempat wisata lokal lainnya. Hanya dengan merogoh kocek Rp 2.000, pengunjung dapat menikmati suasana berenang di pinggir sungai.

Para mahasiswa KKN UM saat proses membuat mural di Taman Keceh, di Kampung Celaket RT 03, RW 02, Kota Malang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Para mahasiswa KKN UM saat proses membuat mural di Taman Keceh, di Kampung Celaket RT 03, RW 02, Kota Malang. (Foto: Dokumen)

Taman Keceh awalnya muncul sebagai bentuk inisiasi warga Celaket dalam mengembangkan potensi alam menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak. Sebab, sebelumnya anak-anak sekitar sering kali bermain di pinggir Sungai Brantas sehingga warga membuat kolam ini sebagai sarana bermain anak-anak yang lebih aman.

Berdasarkan wawancara dengan inisiator Taman Keceh Warsogiono, saat ini Taman Keceh memang lebih diminati anak-anak mulai dari usia 5-15 tahun. Mereka sering menghabiskan waktunya di sini saat siang hari untuk berenang maupun sekadar nongkrong di area tersebut sambil bermain game online. Namun, fasilitas ini tampaknya kurang polesan yang cocok untuk anak-anak.

Warsogiono menyarankan untuk menciptakan hiasan yang bersifat edukatif di sekitar Taman Keceh. Dan hiasan tersebut tidak hanya memperindah area wisata, tapi juga memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak-anak yang mengunjungi wisata ini.

Peluang tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Negeri Malang (UM) Tahun 2021 untuk membuat program kerja menghias area Taman Keceh yang menarik perhatian anak-anak dengan mengecat dan membuat mural edukatif.

Program kerja ini merupakan program KKN individu di tempat tinggal sekitar salah satu mahasiswa yang dilakukan dengan kerja sama bersama beberapa mahasiswa lain. Mahasiswa tersebut adalah Niken Satiti bersama rekan-rekannya Jihan Safitri, Krista Insan Dermawan, Mirza Fahrozy, dan Putu Aditya, dan dibimbing oleh Andika Bagus Nur Rahma Putra sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL).

Para mahasiswa KKN UM tahun 2021 yang membuat mural di Taman Keceh. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Para mahasiswa KKN UM tahun 2021 yang membuat mural di Taman Keceh. (Foto: Dokumen)

Pengecatan mural yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UM ini dikerjakan dengan beberapa pertimbangan. Yaitu, mahasiswa KKN UM memilih konsep biota laut sebagai tema dasar mural. Tema tersebut dipilih karena dinilai identik dengan wisata air.

Selain itu, mereka juga membersihkan dan mengecat ulang tembok target mural sebelum membuat muralnya. Ilustrasi yang digambarkan adalah seperti ikan, ubur-ubur, kerang, dan lobster dengan berbagai macam terumbu karang yang berwarna-warni.

Harapannya, mural tersebut dapat menarik perhatian anak-anak. Selain itu, mahasiswa KKN UM juga mengedukasi dan menyampaikan fakta-fakta tentang terumbu karang yang ada di Indonesia. Mereka juga ingin masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar terumbu karang tetap lestari. Hal tersebut juga dapat digunakan sebagai pengingat bagi warga yang tinggal di pinggiran sungai untuk tetap menjaga kebersihan sungai dari sampah-sampah rumah tangga.

Program pengecatan dan mural ini pun selesai selama 12 hari lamanya (1 April-8 Mei 2021) dengan mempertimbangkan faktor cuaca. Namun secara keseluruhan, program ini dapat berjalan lancar dengan partisipasi dari warga sekitar dan antusiasme anak-anak yang ikut menyemangati mahasiswa KKN UM. (*)

  • Bagikan