• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ekonom UB

Ekonom UB (Universitas Brawijaya), Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D. Foto: Koleksi Pribadi

Ekonom UB: Defisit APBN Awal 2026 Masih Terkendali

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Ekonom UB (Universitas Brawijaya), Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D, menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada awal 2026 masih berada pada level yang wajar dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Defisit sebesar Rp54,6 triliun pada Januari 2026 dinilai sebagai bagian dari dinamika pengelolaan fiskal pemerintah pada awal tahun anggaran.

You might also like

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM
Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

30/06/2026 12:15 PM

Defisit anggaran sendiri merupakan hal yang lazim terjadi dan pemerintah memang diperbolehkan mengalami defisit selama masih berada dalam batas yang telah ditetapkan dalam regulasi keuangan negara, yakni maksimal tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi nasional, angka defisit pada Januari 2026 masih relatif kecil. Persentasenya bahkan masih jauh di bawah batas maksimal yang diperbolehkan oleh undang-undang.

“Kalau kita melihat angka Rp54,6 triliun itu, secara persentase terhadap PDB sebenarnya masih sangat kecil. Angka tersebut masih jauh dari batas maksimal defisit yang diperbolehkan, sehingga kondisi fiskal negara masih dapat dikatakan aman,” ujarnya dalam keterangan Kamis (19/3).

Lebih lanjut, Prof. Setyo menjelaskan bahwa fenomena defisit pada awal tahun merupakan pola yang cukup umum dalam pengelolaan APBN.

Pada periode awal tahun, pemerintah biasanya sudah mulai merealisasikan berbagai program belanja negara, sementara penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan, belum sepenuhnya optimal.

Kondisi tersebut menyebabkan neraca anggaran sementara waktu menunjukkan defisit. Namun seiring berjalannya waktu dan meningkatnya penerimaan negara, kondisi tersebut biasanya akan mengalami penyesuaian.

Ia menambahkan bahwa sejumlah program prioritas pemerintah juga mulai berjalan sejak awal tahun sehingga membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Program-program tersebut dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Beberapa program prioritas yang memerlukan alokasi anggaran sejak awal tahun antara lain program peningkatan kesejahteraan masyarakat, dukungan terhadap sektor pendidikan, hingga berbagai program pembangunan ekonomi berbasis daerah.

Menurutnya, program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat memang harus dijalankan sejak awal tahun anggaran. Hal tersebut berbeda dengan beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang biasanya membutuhkan proses administrasi dan persiapan lebih panjang sebelum realisasi anggaran dilakukan.

“Program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat tentu tidak bisa ditunda terlalu lama. Oleh karena itu, wajar jika belanja pemerintah pada awal tahun sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Selain itu, Prof. Setyo juga menyinggung pentingnya optimalisasi penerimaan negara untuk menjaga keseimbangan fiskal. Ia menilai pemerintah perlu terus meningkatkan kinerja penerimaan, khususnya dari sektor perpajakan, agar ruang fiskal tetap terjaga.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat sistem administrasi perpajakan, termasuk melalui penerapan sistem digital yang lebih terintegrasi. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus mempermudah proses pelaporan pajak bagi para wajib pajak.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pada tahap awal implementasi sistem baru tersebut sering kali membutuhkan proses penyesuaian baik dari sisi pemerintah maupun dari para wajib pajak.

Menurut Prof. Setyo, secara keseluruhan kondisi fiskal Indonesia masih cukup stabil selama pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara belanja negara dan penerimaan negara. Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap pengeluaran anggaran negara benar-benar digunakan untuk program yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Selama defisit masih berada dalam batas yang diatur oleh undang-undang dan digunakan untuk membiayai program-program yang berdampak bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi, maka kondisi tersebut masih dapat dikatakan sehat dalam pengelolaan fiskal,” pungkasnya.

Defisit APBN pada awal 2026 dengan demikian dipandang sebagai bagian dari dinamika pengelolaan anggaran negara.

Pemerintah diharapkan tetap menjaga disiplin fiskal serta memastikan setiap kebijakan anggaran mampu mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: APBNAPBN 2026UBUniversitas Brawijaya
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Next Post
Tips Mengelola Cemas

Filsuf Muslim Fahruddin Faiz Bagikan Tips Mengelola Cemas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID