SURABAYA, Tugujatim.id — Di tengah padatnya kehidupan perkotaan, Mangrove Wonorejo Ecotourism hadir sebagai oase hijau yang menyejukkan mata dan menenangkan jiwa. Terletak di kawasan timur Surabaya, tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang menyatu dengan alam sekaligus edukatif.
Menyusuri jalur tracking kayu sepanjang hampir dua kilometer, pengunjung disuguhi pemandangan rimbunnya hutan mangrove yang membentang luas. Suasana teduh dan semilir angin menjadikan setiap langkah di jalur ini terasa menenangkan.
Baca Juga: Tujuh Spot Kuliner Ramai Anak Muda di Surabaya
Dari atas jembatan kayu, pengunjung dapat melihat langsung akar-akar mangrove yang menjulang dari dalam lumpur, menjadi rumah bagi berbagai jenis kepiting, ikan kecil, hingga burung air yang beterbangan.
Bagi yang ingin menikmati pemandangan dari sudut berbeda, tersedia perahu motor yang siap membawa pengunjung menyusuri sungai. Selama perjalanan, panorama hijaunya mangrove seolah membentuk terowongan alami yang menawan. Sensasi menyusuri air sambil ditemani suara alam menghadirkan ketenangan tersendiri, menjadikannya pengalaman yang sulit dilupakan.
Kawasan ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi laboratorium hidup yang kerap dikunjungi pelajar dan mahasiswa untuk riset lingkungan. Berbagai jenis burung dan biota air menjadikan tempat ini sebagai habitat yang kaya keanekaragaman hayati. Keberadaan ekosistem mangrove juga berperan penting sebagai penyerap karbon alami, serta sebagai benteng pertahanan dari abrasi pantai.
Pengalaman wisata semakin lengkap dengan adanya sentra UMKM yang menyajikan produk-produk lokal khas mangrove. Sirup buah pidada, camilan dari hasil laut, serta aneka kerajinan tangan dari limbah mangrove menjadi pilihan oleh-oleh unik yang hanya bisa ditemukan di kawasan ini. Kehadiran UMKM ini bukan hanya mendukung ekonomi warga sekitar, tetapi juga menjadi wujud nyata pariwisata berkelanjutan.
Tidak hanya produk konsumsi, wisatawan juga dapat mengikuti workshop singkat seperti penanaman bibit mangrove, pengolahan hasil hutan mangrove, atau pembuatan pupuk organik dari bahan alami sekitar. Kegiatan-kegiatan ini kian memperkuat posisi Mangrove Wonorejo sebagai pusat edukasi lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Fasilitas yang Tersedia
Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, mulai dari area parkir, toilet umum, gazebo untuk beristirahat, hingga jalur difabel yang ramah akses, Mangrove Wonorejo menjadi pilihan ideal untuk berlibur bersama keluarga. Tiket masuk yang terjangkau juga membuat tempat ini semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen di berbagai titik foto alami yang Instagramable. Spot-spot seperti jembatan kayu membentang di antara hutan, dermaga kecil di tepi sungai, hingga papan-papan edukasi tentang jenis-jenis mangrove menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
Di waktu-waktu tertentu, terutama akhir pekan dan musim liburan, kawasan ini kerap mengadakan kegiatan tematik seperti lomba menggambar untuk anak-anak, pameran lingkungan hidup, serta aksi tanam mangrove bersama komunitas. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan semangat cinta alam sejak dini kepada generasi muda.
Daya tarik lain yang tidak kalah penting adalah suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan kota. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk sekadar melepas penat, membaca buku di bawah rindangnya pohon mangrove, atau menikmati suara alam sebagai terapi alami yang menyegarkan pikiran.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Rawon Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicoba!
Di sisi lain, peran masyarakat lokal dalam menjaga dan mengembangkan kawasan ini patut diapresiasi. Gotong royong dan kepedulian warga terhadap kebersihan serta kelestarian ekosistem menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan daya tarik Mangrove Wonorejo. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha menjadikan kawasan ini sebagai contoh nyata sinergi dalam pengelolaan ekowisata berbasis lingkungan.
Kunjungan ke kawasan ini bukan hanya tentang rekreasi, tetapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian alam dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Edukasi yang ditanamkan secara alami selama kunjungan menjadikan wisatawan lebih peduli terhadap isu lingkungan, terutama pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang sadar lingkungan, diharapkan kelestarian kawasan ini dapat terus terjaga dan memberi manfaat jangka panjang.
Mangrove Wonorejo buka setiap hari, dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dan selalu siap menyambut para wisatawan dengan pengalaman alam yang berkesan. Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui laman resmi Mangrove Wonorejo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fawwaz Ravi Akbar/Magang
Editor: Dwi Lindawati







