MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ekspor produk olahan pangan di Kabupaten Mojokerto tembus hingga mancanegara. Produk ekspor yang meliputi snack, sarden, krimer, furnitur kayu, sandal, sepatu, kopi, hingga indoor furniture ini dikirim ke berbagai negara, mulai kawasan Asia hingga Amerika.
Negara tujuan ekspor produk tersebut di antaranya Malaysia, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Jepang, Montenegro, Suriname, serta Korea Selatan. Hal ini terlihat dari pelepasan ekspor serentak yang dipusatkan di PT Lautan Natural Krimerindo (LNK), Pesanggrahan, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Program Ekspor Polije, Produk UMKM Jember Tembus Eropa dan Amerika
Dari keterangan resmi yang diterima, produk krimer nabati dan bubuk tinggi serat diekspor menuju Malaysia. Upaya ini menjadi bagian misi Kementerian Perdagangan untuk memperluas keterjangkauan pasar global.
“Kami menyambut baik serta mendukung penuh pelaksanaan ekspor serentak ini sebagai wujud nyata sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor ekspor,” terang Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/12/2025).
Dia mengatakan, produknya bersaing di pasar global dengan daya saing tinggi.
“Produk olahan berbasis sumber daya alam dari Mojokerto bisa bersaing di pasar global dengan kualitas dan daya saing tinggi,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan bahwa capaian ekspor produk Mojokerto bernilai besar dan beragam.
“Hari ini kami melepas ekspor dengan nilai USD 5.025.166 (atau sekira Rp83 miliar jika dirupiahkan, Red) yang terdiri dari berbagai komoditas mulai dari non-dairy creamer, snack, sarden, furnitur kayu, sandal, sepatu, kopi, hingga indoor furniture. Ekspor ke Malaysia dan lebih dari 40 negara,” ungkapnya.
Wamendag Dyah melanjutkan, kinerja ekspor Indonesia selama Januari hingga Oktober 2025 tembus hingga USD 234,04 miliar. Pertumbuhan ini naik 6,9% bila dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Sementara, sektor non migas menjadi penopang utama dengan nilai transaksi mencapai USD 223,12 miliar atau setara dengan 8,42%. Jawa Timur sendiri mencatat ekspor sebesar USD 24,46 miliar alias tumbuh sebanyak 12%. Catatan ini menjadikan Jawa Timur eksportir peringkat kedua nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








