Emas Pertama Filipina Sepanjang Sejarah Olimpiade Tokyo 2020

Emas Pertama Filipina Sepanjang Sejarah Olimpiade Tokyo 2020

  • Bagikan
Hidilyn Diaz raih emas pertama untuk Filifina di Olimpiade Tokyo 2020/tugu jatim
Hidilyn Diaz raih emas pertama untuk Filifina di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Official Twitter Tokyo 2020)

JEPANG, Tugujatim.id – Sejarah baru dicetak oleh kontingen Filipina dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Hidilyn Diaz, atlet angkat besi Filipina berhasil meraih medali emas untuk pertama kalinya di ajang olimpiade yang diselenggarakan pada tahun 2021 itu.

Prestasi ini menjadi yang paling prestisius bagi salah satu negara Asia tenggara itu dalam keikutsertaannya di Olimpiade sejak tahun 1924. Hidilyn Diaz sendiri bertanding di cabang angkat besi nomor 55 kilogram putri yang digelar di Internasional Forum, Tokyo pada Selasa (27/7/2021)

Dilansir dari CNA, Diaz berhasil mengangkat 97 kilogram snatch dan trio yaitu 119 kilogram, 124 kilogram dan 127 kilogram dalam tiga percobaan.

Atas prestasinya ini, perempuan berusia 30 tahun tersebut mendapatkan tempat di rakyat olahraga negaranya, disamping Manny Pacquiao, sang legenda tinju Filipina.

Sebelumnya, Diaz pernah meraih medali perak pada Olimpiade Rio, Brazil. Dia lalu bertekad untuk mengubah perak menjadi emas di Tokyo, dan itu berhasil.

Dia sendiri merekrut pelatih top Cina Gao Kaiwen dua bulan sebelum mengambil emas Asia Games di Jakarta pada tahun 2018 lalu.

“Dia (Gao Kaiwen) memberi perbedaan dalam lift saya. Dia orang yang positif dan aku suka dia di dekatku,” ungkap Diaz mengatakan betapa penting pelatihnya itu.

Pencapaian ini menjadi lebih luar biasa, terlebih Diaz telah tinggal di pengasingan di Malaysia sejak Februari tahun lalu karena pandemi Covid-19. Dia harus menunda hidupnya di luar olahraga. Sekarang dia tidak sabar ingin pulang.

“Aku berharap untuk menikmati hidup karena aku di Malaysia selama hampir dua tahun, jadi aku benar-benar bersyukur aku bisa pulang sekarang dan merayakan dengan keluarga saya dan orang-orang yang mendukung saya,” katanya.

Sebagaimana diketahui pada bulan Oktober tahun lalu, dia pindah ke negara bagian pantai selatan Melaka. Dia tinggal di rumah milik seorang pejabat pengangkat berat Malaysia. Sekarang, semua kesulitan telah dihargai, dan dia akan diberi sambutan bak pahlawan ketika kembali ke Filipina.

“Aku tidak tahu apakah aku pahlawan nasional. Tapi aku bersyukur bahwa Tuhan menggunakanku untuk menginspirasi semua generasi muda dan semua orang Filipina untuk terus berjuang selama pandemi ini,” pungkasnya.

  • Bagikan