SURABAYA, Tugujatim.id – Di tengah pandemi Covid-19 dan pentingnya peran dari tenaga kesehatan (nakes) untuk menekan dan mengurangi angka kasus Covid-19 di Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Universitas Airlangga (Unair) merupakan ‘tempat lahir’-nya dokter-dokter hebat.
Eri juga menegaskan ingin membawa pulang kembali ke Surabaya, jajaran dokter-dokter hebat Unair yang telah membuka praktik di luar negeri. Dirinya ingin memfasilitasi dan memberdayakan nakes di Kota Surabaya, agar menjadi kota yang kuat dalam hal kesehatan.
“Kita kalau mau jujur ya, Unair Surabaya itu adalah tempatnya dokter hebat, malah praktiknya ke luar negeri. Karena itu dengan pandemi Covid-19 ini saya ingin menunjukkan,” terangnya, Kamis (03/06/2021).
Selain itu, Eri juga ingin memulangkan dokter-dokter hebat itu agar dapat bertugas di Kota Surabaya. Dirinya ingin memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi SDM yang dimiliki Surabaya dengan memberi kesempatan dokter-dokter tersebut menikmati fasilitas untuk mengembangkan ilmu kesehatan lebih jauh.
“Bahwa pakar-pakar yang hebat itu bisa kembali ke Surabaya, kita fasilitasi sehingga warga nanti yang ingin berobat tidak lagi ke luar negeri, tapi cukup ke Surabaya,” imbuhnya.
Perkuat SDM Warga Asli Surabaya
Eri juga melihat potensi melejitnya Kota Surabaya saat ibu kota Indonesia di pindah ke Kalimantan. Eri menyebut akses dan transit di Kota Surabaya bakal bertambah banyak, hal itu perlu dibekali Sumber Daya Manusia (SDM) yang matang.
“Apalagi kalau ibu kota sudah pindah, makin dekat lagi aksesnya dan transitnya sama Surabaya. Sebelum memanfaatkan itu, pas lewat ke Surabaya, ‘senyum’ dulu,” jelasnya.
Sehingga, saat Kota Surabaya menjadi lokasi transit dan jumlah pendatang bertambah, tegas Eri, warga asli Surabaya tidak kalah kompetensi dan masih memenangi lapangan pekerjaan yang tersedia di Kota Surabaya. Sehingga warga lokal masih dapat diberdayakan optimal.
“Jadi kita jangan lagi tidak menyiapkan SDM dan tidak mampu. Ini masuk ketekan, nanti kalau sudah ketekan, yang muncul bukan orang-orang Surabaya lagi nanti. Harus menyiapkan dulu, inshaa allah cepetlah kalau gotong-royong,” pungkasnya.