LUMAJANG, Tugujatim.id – Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (19/11/2025) menyebabkan ratusan warga di Kecamatan Pronojiwo mengungsi di Balai Desa Oro-Oro Ombo.
Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Suwarno, melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat 288 warga yang mengungsi di balai desa. Berdasarkan asesmen terkini yang dilakukan oleh perangkat desa, komposisi pengungsi terdiri dari 93 laki-laki, 121 perempuan, 27 anak-anak, 13 lansia, dan 34 balita. Jumlah ini terus diperbarui seiring dengan kedatangan pengungsi dari wilayah terdampak.
“Para pengungsi ini sebagian besar berasal dari wilayah terdampak langsung, yaitu Desa Supiturang, khususnya Dusun Sumbersari yang dikenal dengan nama Kamar A dan sebagian warga kami di sebelah barat yang berbatasan dengan Desa Supiturang,” jelas Suwarno pada Kamis (20/11/2025).
Kepala Desa mengungkapkan adanya pola mobilitas unik dari para pengungsi. Sebagian kepala keluarga memilih pulang ke rumah pada siang hari, namun kembali mengungsi di malam hari.

“Biasanya yang pulang itu mereka yang memiliki hewan ternak seperti kambing atau sapi. Mereka pulang untuk mencari rumput dan merawat ternak, kemudian malam harinya kembali lagi ke posko pengungsian,” ujarnya.
Pengungsi tidak hanya berasal dari zona terdampak terparah, tetapi juga dari wilayah dalam radius setengah hingga satu kilometer dari aliran lahar.
BACA JUGA: Erupsi Gunung Semeru Mereda Tapi Status Tetap Awas
Suwarno menjelaskan bahwa kerusakan terparah di wilayah terdampak langsung meliputi rumah beserta isinya. Bahkan hewan ternak seperti sapi dan kambing juga ikut tertimbun material vulkanik.
“Kami dan relawan telah melihat secara langsung kondisi di lapangan. Rumah-rumah beserta isinya tertimbun material erupsi, termasuk ternak warga yang tidak sempat diselamatkan,” tandasnya.
Pihak desa terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapat bantuan yang memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








