Euro 2020: Catatan Sempurna Italia dan Belanda

  • Bagikan
Pemain Belanda, Mempis Depay (belakang), Georginio Wijnaldum (tengah), dan Donyell Malen (depan) saat merayakan gol di ajang Euro 2020. (Foto: Instagram/Euro 2020) tugu jatim
Pemain Belanda, Mempis Depay (belakang), Georginio Wijnaldum (tengah), dan Donyell Malen (depan) saat merayakan gol di ajang Euro 2020. (Foto: Instagram/Euro 2020)

Tugujatim.id – Dua tim di Euro 2020, Italia dan Belanda, mencatatkan diri sebagai 2 tim pertama yang meraih hasil sempurna di fase grup. Hasil tersebut setelah Italia menang tipis atas Wales dengan skor 1-0 pada Minggu (20/06/2021), dan Belanda menghajar Makedonia Utara dengan skor 3-0 pada Senin malam (21/06/2021). Dengan hasil ini Italia menjadi jawara Grup A dan Belanda memuncaki Grup C.

Italia yang ditukangi Roberto Mancini tampil dengan melakukan beberapa rotasi dengan memainkan Marco Verratti, Andrea Belotti, Federico Bernardeschi, Rafael Tolói Alessandro Bastoni, dan Matteo Pessina sejak menit awal.

Menghadapi Wales, Italia masih mendominasi pertandingan tersebut. Namun, lini serang Italia yang dihuni Andrea Belotti kesulitan membongkar pertahanan Wales yang dikomandoi trio Ethan Ampadu, Chris Gunter, dan Joe Rodon.

Keputusan Mancini untuk memasukkan Matteo Pessina sejak awal ternyata ternyata membuahkan hasil. Pemain asal Atalanta ini berhasil membobol gawang Danny Ward pada menit 39′.

Selain itu, Italia tampil mengesankan dengan menguasai jalannya pertandingan, total penguasaan bola Italia sebesar 70 persen, 91 persen akurasi umpan, 23 shoot, dan 6 mengarah ke gawang. Sementara Wales hanya memiliki 30 persen penguasaan bola, 75 persen akurasi umpan, 3 shoot, dan 1 mengarah ke gawang.

Penampilan impresif Italia di 3 pertandingan bahkan dipuji oleh pelatih Timnas Belanda, Frank de Boer.

“Italia sejauh ini membuat kesan yang luar biasa sejauh ini, kami sudah melihat perkembangan Italia sejak pertandingan melawan Austria,” tuturnya.

Legenda De Oranje ini bahkan tidak sungkan-sungkan memuji lini serang Italia yang menurutnya bisa mengancam Belanda yang memang terkenal dengan sepakbola menyerangnya.

“Saya berpikir kami bisa melakukan penyerangan lebih baik karena itulah kekuatan kami. Tapi kami masih belajar untuk meningkatkan lagi (serangan) kami melawan Makedonia Utara,” ujarnya.

Perkataan Frank de Boer benar-benar dibuktikan dengan membabat habis Makedonia Utara dengan 3 gol tanpa balas. Dalam pertandingan tersebut, Mempis Depay menjadi bintang dengan mencetak 1 gol dan 2 assist kepada Georginio Wijnaldum.

Rekrutan anyar Barcelona ini membuktikan segala keraguanmu publik karena penampilan mandulnya dalam 2 pertandingan Belanda di fase grup.

De Oranje yang tampil dengan formasi 3-5-2 tampil apik dengan Georginio Wijnaldum sebagai jenderal lini tengah. Pemain yang baru saja meneken kontrak dengan Paris Saint Germain ini tampil mendominasi di lini tengah.

Hasilnya Belanda menguasai penguasaan bola sebesar 59 persen, 85 persen akurasi umpan, 17 shoot, dan 7 mengarah ke gawang. Sementara Makedonia Utara menguasai 41 persen penguasaan bola, 83 persen akurasi umpan, 13 tembakan, dan hanya 1 yang mengarah ke gawang.

  • Bagikan