• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Frans Surdiasis (kanan) dan Nurcholis MA Basyari (kiri)

Frans Surdiasis (kanan) dan Nurcholis MA Basyari (kiri), keduanya adalah mentor dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2022 Batch IV. (Foto: Dokumen)

Fellowship Jurnalisme Pendidikan Dorong Wartawan Buat Berita Berkualitas Berbasis Data

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – “Jurnalisme kita hari ini sedang tidak baik-baik saja,” demikian kalimat pembuka Frans Surdiasis, wartawan senior yang menjadi mentor dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2022 Batch IV dalam sesinya, Rabu (2/2/2022).

Pernyataan itu bukan tanpa sebab. Frans yang kini sibuk menjadi pengajar ilmu jurnalistik di Universitas Atmajaya itu prihatin dengan kualitas jurnalisme hari ini yang kebanyakan menganut aliran clickbait hingga dumbing down.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Menurut Frans, kedua fenomena ini dalam kerja jurnalistiknya kerap mengabaikan disiplin verifikasi data. Padahal data adalah nyawa utama jurnalisme. Berita berbasis data dan fakta adalah semacam jalan lebar menuju era jurnalisme berkualitas.

”Jurnalis sudah bukan waktunya berlomba-lomba menjadi orang pertama yang menyampaikan informasi, tapi menyampaikan makna dari sebuah informasi bagi pembaca. Itulah kondisi ideal yang kita sebut era jurnalisme data,” sebut Frans.

Frans menerangkan bahwa jurnalisme data memberi ruang lebar-lebar bagi seorang wartawan dalam menegakkan independensinya dalam menyajikan informasi. Jika independensi ini dianut semua media massa, bukan tidak mungkin tingkat kepercayaan publik terhadap media ikut meningkat.

Menurut data Digital News Report 2021, lanjutnya, tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia pada media hanya sebesar 39 persen. Lebih rendah dari tingkat kepercayaan masyarakat global yang mencapai 44 persen.

”Tentu ini menjadi tantangan besar jurnalis masa kini, terutama dalam mengarusutamakan isu pendidikan dengan berbasis data atau fact based,” tuturnya.

Menurut hematnya, kini pola kerja jurnalis sudah harus bergeser pada wilayah mengelola informasi, bukan hanya sekedar mencari informasi. Frans menganalogikan jurnalis laiknya pedagang di mana produk yang dia jual adalah berita. Berita berkualitas adalah berita yang kaya data dan komprehensif.

Dengan data yang komplit, tambah Frans, lebih komplit lagi ditambah dengan teknik telling story yang baik. Kedua hal ini sudah harus dianggap menjadi kemampuan yang generik, terlebih di era teknologi informasi seperti sekarang.

”Sudah saatnya kita naik level. Sudah waktunya kita mewujudkan jurnalisme ke arah yang berkualitas dan menuntun masyarakat mendudukkan persoalan dan mencari solusi atas permasalahan,” tegasnya.

Salah satu cara untuk menggapai level setingkat lebih tinggi itu adalah dengan membiasakan diri dengan menyajikan laporan indepth reporting atau liputan mendalam. Liputan mendalam adalah liputan yang memakai pendekatan multidimensi, kaya akan perspektif.

Menurut P Hasudungan Sirait, wartawan senior yang juga menjadi mentor FJP 2022, indepth reporting akan memberi warna di era jurnalisme 4.0 hari ini yang penuh dengan disrupsi informasi seiring menjamurnya media sosial.

23cd3a1b 3f5f 48d0 8170 c026857eda97
P Hasudungan Sirait (kiri), saat memberi materi dalam acara program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2022 Batch IV yang dipandu oleh Nucholis MA Basyari (kanan). (Foto: Dokumen)

”Indepth reporting akan membedakan kita (media massa, red) dengan media sosial. Karena jurnalistik tidak menyampaikan informasi, tapi juga menuntun pembaca kepada solusi,” papar Bung Has, sapaan akrabnya.

Penyajian berita mendalam dijamin lebih kaya karena berisi eksplanasi sebab akibat dengan rinci hingga berisi solusi. Terlebih, dalam susunan kepingan datanya didapat dari hasil riset dan observasi yang rigid.

”Dengan membaca laporan mendalam, pembaca seolah diberikan kepingan-kepingan puzzle yang sudah disusun kembali menjadi utuh,” ujarnya.

Perlu diketahui, FJP diinisiasi oleh PT Paragon Technology and Innovation berkolaborasi dengan GWPP (Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan). FJP yang berlangsung hingga Mei 2022 secara virtual melalui Zoom ini akan mencakup aspek pelatihan, praktik, dan pendampingan, khususnya dalam mengarusutamakan isu pendidikan.

Ada lima mentor kapabel yang akan mendampingi yakni Nurcholis MA Basyari, M Nasir, Haryo Prasetyo, Frans Surdiasis, dan Tri Juli Sukaryana.

Dalam FJP Batch IV ini kembali dipilih 15 peserta jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya Wartawan tugumalang.id, M Ulul Azmy, yang terpilih menjadi salah satu peserta.

Tags: Fellowship Jurnalisme PendidikanFJPJurnalisme Berbasis DataJurnalisme Berkualitas
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Sungai terbesar. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

4 Sungai Terpanjang di Pulau Jawa, Mana yang Belum Pernah Kamu Tahu?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID