• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Festival Sekarbanjar.

Para pengunjung pameran pusaka Festival Sekarbanjar, Kota Malang, tampak antusias. (Foto: dok panitia)

Festival Sekarbanjar Sukses Digelar, Keris KH Masduqi Mahfudz hingga KH Tholhah Hasan Mewarnai Pameran Pusaka 

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Lesbumi PCNU Kota Malang sukses menggelar Festival Sekarbanjar di Sumber Serut Genting, RW 07, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat-Minggu (06-08/10/2023). Festival ini merupakan event perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bekerja sama dengan masyarakat Genting.

Istimewanya, Plt. Gubernur Jawa Timur H. Emil Elestianto Dardak membuka acara, dilanjut kirab gunungan jeruk, tumpeng, dan pusaka Lesbumi PCNU Kota Malang berupa tombak Kiai Sekarbanjar.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

Ketua Lesbumi NU Kota Malang Fathul H. Panatapraja menjelaskan, tombak tersebut akan dijadikan ikon pusaka pada festival yang digelar rutin setiap tahun. Sebab, tombak Kiai Sekarbanjar memiliki dhapur megantara luk tujuh dan berpamor ngulit semangka.

Pameran pusaka Festival Sekarbanjar.
Festival Sekarbanjar, Kota Malang, dijubeli para pengunjung pameran pusaka. (Foto: dok panitia)

“Tombak Kiai Sekarbanjar dibuat seorang mpu bernama Ki Krisna Singo Menggolo Putro. Salah seorang mpu muda kebanggaan Kota Malang,” jelasnya.

Saat pembukaan acara, Lesbumi NU Kota Malang menghadiahkan sebilah keris Pasupati yang juga garapan dari Mpu Krisna kepada Plt. Gubernur Jawa Timur H. Emil Elestianto Dardak. Selain itu, dihadirkan juga keris para kiai NU dalam sebuah pameran pusaka yang diselenggarakan di dalam ruang pameran bersama Pustaka (kitab dan lontar) dan seni rupa (lukisan dan patung).

464e84c3 456c 45ab b524 bb765bff8412 1

“Kami memang sengaja hadirkan pusaka para kiai NU pada Festival Sekarbanjar. Harapannya agar masyarakat bisa meneladani para kiai tersebut. Sebab, pusaka ini warisan budaya yang adiluhung dan sudah seharusnya dilestarikan,” katanya.

Dia juga mengatakan, pusaka ini capaian tertinggi dari silang upaya antara seni, spiritualitas, dan teknologi. Keris juga merupakan sebuah doa yang dibendakan dengan teknik tempa metalurgi yang di belahan dunia lain masih belum bisa melakukannya saat itu.

“Sedangkan saat itu leluhur kita sudah bisa membuatnya. Bahkan hasilnya elok sekali, baik dalam bentuk lurus maupun berkelok (luk),” ungkap Fathul.

Pameran Keris Mewarnai Perhelatan Festival Sekarbanjar

Sementara itu, mpu asli kelahiran Kota Malang Ki Krisna menjelaskan, memahami keris memang tidak bisa dipandang hanya sebagai senjata, apalagi hal mistis saja. Dia mengatakan, memahami keris adalah menyelami adat masyarakat Jawa.

“Alam di mana fungsi, estetika, dan simbol-simbol akan nilai kehidupan ditempa menjadi satu,” katanya.

Dalam acara ini, salah satu keris pusaka milik Almaghfurlah KH. Achmad Masduqi Mahfudz, kiainya para kiai NU di Malang, juga dihadirkan. Keris ini berjenis Tosan Aji keris lurus yang memiliki dhapur Tilam Upih dengan pamor Melati Sinebar, tangguh Mataram, dan warangka Gayaman Surakarta.

Pameran pusaka di Festival Sekarbanjar.
Pameran serat di Festival Sekarbanjar, Kota Malang. (Foto: dok panitia)

Menurut Ki Krisna, Keris Tilam Upih salah satu jenis keris keluarga Jawa yang memiliki bentuk lurus dengan ukuran bilah keris sedang. Ciri-cirinya memiliki ricikan yang sederhana berupa Gandhik polos, pejetan, lugas, dan tikel alis.

Secara filosofis, Keris Tilam Upih, bahwa kata “tilam” memiliki pengertian alas tidur, berupa anyaman daun yang membentuk tikar. Dari kata tersebut kemudian muncul sebuah filosofi tentang Tilam Upih yang memiliki simbol kebahagiaan, khususnya untuk keluarga yang memiliki keris tersebut.

“Pamor Melati Sinebar ibarat bunga melati yang bertebaran di mana-mana. Melati sendiri mempunyai warna putih yang dimaknai kesucian. Melati mempunyai aroma yang sangat harum sehingga disukai banyak orang. Jadi, makna pamor Melati Sinebar yaitu manusia hendaklah berperilaku baik sehingga dicintai atau disukai banyak orang,” tambahnya.

Selain itu, ada pula pusaka dari Rektor Unisma (1989-1998) dan Menteri Agama era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Almaghfurlah Prof Dr KH Muhammad Tholhah Hasan. Sebenarnya ada empat bilah keris yang dipinjamkan oleh keluarganya, tapi hanya satu yang menjadi perhatian Ki Krisna, yaitu Cundrik.

Pameran keris di Festival Sekarbanjar.
Pameran di Festival Sekarbanjar, Kota Malang. (Foto: dok panitia)

“Dhapur Cundrik memiliki ciri khas yang khusus, biasanya berukuran kecil sekitar 10-15 cm. Keris pusaka Cundrik sering dikatakan patrem karena ukurannya kecil. Keris Cundrik umumnya memiliki bentuk bilah yang lurus seperti belati/pedang kecil karena dulu senjata rahasia yang mudah dibawa dan disembunyikan” katanya.

Dia melanjutkan, sebagian orang menganggap Cundrik itu senjata para putri untuk melindungi dirinya dari segala ancaman. Tapi, ada juga yang memiliki pemahaman bahwa dhapur Cundrik digunakan para alim ulama dan orang sakti pada zaman dulu.

“Cundrik meski memiliki bentuk kecil, tapi daya tampung energi atau kekuatannya cukup besar sehingga tidak heran bahwa para alim ulama dan orang linuwih pada zaman dulu wajib memiliki keris dhapur Cundrik,” tutur Ki Krisna.

Menurut dia, pamor Pancuran Mas mengandung ajaran untuk selalu bersedekah untuk membantu sesama karena sedekah bagaikan sumber air.

“Sebanyak apa pun dikeluarkan, tidak akan pernah habis,” ujarnya.

Sementara itu, ketua pelaksana Festival Sekarbanjar Fajrus Sidiq menyampaikan bahwa tidak hanya pusaka tombak Kiai Sekarbanjar dan pusaka para kiai masyhur dari Malang saja yang dihadirkan. Dia mengatakan, pusaka milik warga Genting juga dipamerkan di festival ini.

Pameran keris Festival Sekarbanjar.
Salah satu yang dipamerkan di Festival Sekarbanjar, Kota Malang. (Foto: dok panitia)

Menurut dia, masyarakat Genting dan sekitarnya sangat antusias dalam menyambut Festival Sekarbanjar. Dia memaparkan, lebih dari dua puluh keris dan tombak pusaka milik warga Genting yang terpajang di ruang pameran.

“Para pemilik juga berkonsultasi kepada Ki Krisna tentang perawatan pusaka mereka agar tetap terjaga,” terang Fajrus.

Untuk diketahui, Festival Sekarbanjar 2023 sukses dilaksanakan berkat didukung oleh Polresta Malang Kota, PT Djarum, OJK Malang, Unisma, Kominfo Kota Malang, DPRD Kota Malang, Perumda Tugu Tirta, Optima Kreatif, dan Instituto Superior Cristal. Selain itu, juga Hippam Sumber Makmur, Uniga Malang, Kelompok Tani Sumber Rejeki, Nawaksara, Zebra Production, Atozz Audio, malangtimes.com, Tugujatim.id, Kampus Desa Indonesia, bacamalang.com, blokA.com, ketik.id, Dawuh Guru, Langgar.co, nggalek.co, dan sejumlah komunitas dari berbagai pihak. (*)

Writer: Haris Rahmat Daliman

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniKota Malang hari iniPameran pusaka Festival SekarbanjarPerayaan Festival SekarbanjarPerayaan Festival Sekarbanjar 2023
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Korban penganiayaan.

Pikirkan Masa Depan Bocah Korban Penganiayaan di Kedungkandang, Pj Wali Kota Malang Segera Cari Solusi 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID