SURABAYA, Tugujatim.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya berkomitmen untuk memprioritaskan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025 untuk program kesejahteraan, ekonomi, dan stunting.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan, APBD 2025 Kota Surabaya masih mengacu pada visi semangat kegotongroyongan, maju, humanis, dan keberlanjutan. Visi misi tersebut difokuskan pada lima sektor. Yakni, ekonomi inklusif, SDM unggul, birokrasi, infrastruktur, ketertiban dan pelayanan publik, juga keamanan kota.
DPRD Surabaya juga berkomitmen agar nantinya realisasi APBD 2025 selaras dengan program dari pemerintah pusat dan provinsi.
Baca Juga: Gerindra Serahkan SK Rekomendasi pada Pasangan Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono
“Dari pemerintah pusat sudah didorong untuk merancang APBD 2025. Ada tiga hal yang penting, kesejahteraan, ekonomi, dan stunting,” kata Reni Astuti.
Terkait kesejahteraan, Reni mendorong agar pemerintah kota dapat mengatasi kemiskinan, perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan lapangan kerja, bantuan kesehatan ibu anak sampai pendidikan.
“Kemudian sektor ekonomi diharapkan bisa bertumbuh dengan perluasan lapangan kerja dan daya beli masyarakat meningkat,” imbuhnya.
Meski saat ini angka stunting di Kota Surabaya terendah di Jawa Timur yakni berada di angka 4,2 persen, DPRD Surabaya meminta untuk terus ditekan.
“Ada keterlibatan dari Kader Surabaya Hebat (KSH), RW, pengurus kampung, dan dinkes harus diperkuat. Apalagi belakangan ramai gagal ginjal dan diabetes usia dini. Jadi harus ada langkah preventif,” bebernya.
Anggota fraksi PKS DPRD Surabaya tersebut juga menyebut agar penggunaan APDB harus tepat sasaran. Belanja pendidikan 20 persen, belanja pegawai maksimal 30 persen, dan infrastruktur maksimal 40 persen.
“Hal ini dibutuhkan supaya masyarakat Surabaya juga merasakan hasilnya,” ujar Reni Astuti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








