JEMBER, Tugujatim.id – Ketegangan melanda tubuh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Kabupaten Jember. Lebih dari setengah pengurus Nasdem Jember di tingkat kecamatan menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kepemimpinan kepengurusan kabupaten yang dianggap gagal membawa perubahan positif.
Persoalan ini semakin rumit mengingat citra partai berlambang Garuda Merah ini tengah terpuruk. Dukungan publik merosot tajam, sementara reputasi organisasi dipertaruhkan menyusul penetapan status tersangka kasus korupsi pada salah satu kader senior yang menduduki posisi pimpinan legislatif daerah.
Baca Juga: Gugatan Moral Partai NasDem Jember, DPC Soroti Kasus Dugaan Korupsi Kader dan Transparansi
Ketua DPC Nasdem Kecamatan Sumbersari Mursid mengungkapkan bahwa mayoritas besar, 17 dari total 31 struktur kecamatan pernah menyatakan mosi tidak percaya mereka kepada kepemimpinan kabupaten. Aspirasi tersebut telah disampaikan secara resmi kepada jajaran provinsi dan pusat.
“Sejak dua bulan silam, kami telah mengajukan pernyataan resmi tentang ketidakpercayaan kami kepada pimpinan tingkat kabupaten, baik ke struktur provinsi maupun nasional. Namun hingga hari ini, Kamis 25 Desember 2025, belum ada respons. Karena itu, kami memutuskan menyampaikan sikap tegas menggugat performa kepemimpinan kabupaten,” ungkap Mursid yang didampingi Ketua DPC Nasdem Kecamatan Mayang Siswoto dan Ketua DPC Nasdem Kecamatan Sukorambi Abdurrahman.
Beberapa Pengurus Nasdem Diberhentikan
Kritik tajam juga dilayangkan terhadap cara kepemimpinan kabupaten menangani situasi. Alih-alih mendengarkan masukan, beberapa pengurus Nasdem Jember yang vokal justru diberhentikan tanpa mengikuti mekanisme organisasi yang benar.
“Langkah kami murni untuk kebaikan partai, tetapi sejumlah rekan yang menyuarakan kritik malah dicopot jabatannya. Bahkan, saya sendiri dikeluarkan dari komunikasi grup internal kepemimpinan kabupaten,” kata Mursid.
Dia menegaskan kesiapannya menerima konsekuensi atas sikap yang diambilnya, termasuk kemungkinan pemberhentian dari jabatannya saat ini.
“Saya tidak takut jika nantinya diberhentikan dari posisi pimpinan kecamatan seperti nasib rekan-rekan lainnya. Meski diberhentikan dari jabatan, loyalitas saya pada Nasdem tidak berubah. Saya telah bersama partai ini sejak awal berdirinya di Jember, bahkan ketika masih berbentuk organisasi masyarakat Nasional Demokrat,” tegasnya.
Keluhan lain yang disampaikan menyangkut aspek finansial. Mursid memaparkan bahwa selama dua periode kepemimpinan kabupaten saat ini, struktur kecamatan tidak pernah menerima dana pembinaan, meskipun terdapat alokasi bantuan politik.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Warnai 14 Tahun Nasdem Kabupaten Mojokerto
“Pada masa kepemimpinan sebelumnya, kami rutin mendapat dana pembinaan untuk kepengurusan kecamatan. Namun dalam dua periode terakhir yang hampir berakhir, hal itu tidak pernah terjadi,” paparnya.
Harapan besar disampaikan agar pimpinan provinsi dan nasional turun langsung ke Jember untuk melihat kondisi lapangan dan mendengarkan keluhan pengurus kecamatan.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan, Nasdem akan menghadapi kesulitan besar menghadapi kompetisi pemilu 2029, apalagi dengan target meraih 8 kursi legislatif,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








