TUBAN, Tugujatim.id – Grass Root Refinery (GRR) Tuban menggelar Goes to School 2025 dengan tema Mental Health Awareness. Kegiatan GRR Tuban Goes to School ini digelar di SMA Manbail Huda, Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Selasa pagi (23/09/2025).
Aksi GRR Tuban Goes to School ini berangkat dari isu kesehatan mental semakin sering jadi sorotan dalam lima tahun terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental, mulai dari kecemasan hingga depresi. Mirisnya, bukan hanya orang dewasa yang terdampak, tapi juga anak-anak dan remaja.
Baca Juga: PRPP Gelar Lomba Tartil Alquran, Undang TPQ di 6 Desa Sekitar Area Proyek GRR
Secara global, 1 dari 7 remaja usia 10–19 tahun pernah mengalami gangguan kesehatan mental. Angka tertinggi adalah gangguan kecemasan yang dialami lebih dari 28% remaja.
Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, sebab dampaknya bisa menurunkan prestasi belajar hingga menghambat kreativitas generasi muda—yang sejatinya diharapkan jadi motor pembangunan bangsa.
Psikolog klinis Ciptari Dhienda Aurellya dalam acara GRR Tuban Goes to School menjelaskan, remaja usia 12–18 tahun sangat rentan mengalami masalah kesehatan mental.
“Pada usia ini, mereka sedang melalui fase storm atau badai, di mana ada gejolak jiwa sebagai transisi dari anak-anak menuju dewasa,” ujarnya.
Selain itu, Dhienda, sapaan akrabnya, remaja juga tengah mencari jati diri dan peran di lingkungan. Kalau di fase ini, mereka tidak mendapat bimbingan dari orang tua, keluarga, maupun guru. Maka risiko tekanan dari faktor sosial hingga akademik semakin besar.
Antusiasme para siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Silvi, siswi kelas XII, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari materi yang disampaikan. Menurut dia, sosialisasi ini membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.
“Saya jadi lebih tahu cara menata diri dan hati agar tidak mudah terpengaruh tekanan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Salma, teman sekelasnya. Dia merasa kegiatan ini membantu dirinya lebih memahami cara mengenali diri sendiri.
“Dengan begitu, saya bisa lebih siap merespons setiap masalah dengan cara yang positif,” tuturnya.
Perusahaan Dukung Tumbuh Kembang Generasi Muda
Di sisi lain, Senior Officer CSR PT PRPP Yuli Witantra menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda sekitar proyek strategis nasional GRR Tuban.
“Gangguan kesehatan mental ini bahaya laten yang bisa menurunkan potensi dan kreativitas anak-anak. Padahal, mereka inilah aset bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Tidak hanya sesi psikolog, acara juga diisi materi stress management Manager HSSE Petrochemical Complex PRPP Sandi Dumara. Sementara Manager Compliance PRPP Vladislav Smetanin memperkenalkan lebih jauh tentang proyek GRR Tuban.
Program GRR Tuban Goes to School ini tidak berhenti di satu sekolah. Keesokanharinya, kegiatan serupa digelar di SMK Manbail Futuh, Desa Beji, dengan total lebih dari 170 siswa terlibat. Melalui program ini, PRPP menegaskan kontribusinya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB No 3 tentang kehidupan sehat dan TPB No 4 tentang pendidikan berkualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








