Gubernur Jatim Khofifah Resmikan Nama di Jalan Lingkar Tuban dengan Nggowes Bareng

  • Bagikan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein dan beberapa pejabat lainnya membuka tirai sebagai simbol meresmikan nama jalan di jalan lingkar Tuban. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein dan beberapa pejabat lainnya membuka tirai sebagai simbol meresmikan nama jalan di jalan lingkar Tuban. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Hadir dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan, sebelum Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan nama jalan lingkar di Kabupaten Tuban, Sabtu (20/03/2021), dia bersama rombongan nggowes bersama. Khofifah dengan memakai kaus bertuliskan ajakan “Ayo Pakai Masker” berwarna hitam itu pun langsung menuju sepeda yang telah disiapkan oleh panitia.

Khofifah nggowes bareng sebelum meresmikan nama jalan di Kabupaten Tuban. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Khofifah nggowes bareng sebelum meresmikan nama jalan di Kabupaten Tuban. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Sambil menyapa masyarakat yang berada di pinggir jalan raya, dia terus mengayuh sepeda hingga akhirnya sampai di persimpangan jalan yang akan diresmikan namanya oleh mantan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia itu.

“Dengan mengharap rida dan karunia dari Allah, mari bersama-sama mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kami resmikan Jalan KH Hasyim Asy’ari, Jalan KH Abdul Wahab Hasbullah, dan Jalan Toni Koeswoyo sebagai nama jalan di jalan lingkar ini,” ucap Khofifah di depan Forkopimda Kabupaten Tuban dan Tugu Jatim.

Meski di tengah masyarakat Tuban, Khofifah tetap melaksanakan protokol kesehatan. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Meski di tengah masyarakat Tuban, Khofifah tetap melaksanakan protokol kesehatan. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Perempuan yang juga mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini menambahkan, dengan dibukanya akses mobilisasi masyarakat diharapkan bisa memberikan manfaat untuk kesejahtehraan Tuban pada khusus. Apalagi segera dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kilang Minyak Tuban. Ini menjadi salah satu cara mengurai kepadatan lalu lintas jika kilang dengan nilai inventasi sekitar Rp 275 triliun ini sudah beroperasi.

“Akses mobilisasi menjadi penting untuk mendongkrak ekonomi masyarakat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Khofifah.

Peresmian nama di jalan lingkar Tuban. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Peresmian nama di jalan lingkar Tuban. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein memaparkan mulai awal pembebasan lahan pada 2014 hingga pembangunan proyek JLS dengan menggunakan APBD 2019 dan 2020. Dia mengatakan, saat ini sudah usai satu lajur dengan total nilai anggaran Rp 294 miliar. Kemudian angin segar dari pemerintah pusat sudah menganggarkan untuk pembangunan sisa lajur yang ada dengan nilai anggaran Rp 78,13 miliar.

“Alhamdulillah dapat tambahan pembangunan proyek penerusan dari pemerintah pusat. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat Tuban,” kata Noor Nahar Husein.

Setelah peresmian penamaan jalan di jalan lingkar Tuban. Khofifah melanjutkan perjalanan ke sentra UMKM Batik Zainal di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, dan berlanjut kegiatan di Pendapa Kridha Manunggal Tuban. (Mochamad Abdurrochim/ln)

  • Bagikan