• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Musim kemarau.

Ilustrasi panen padi saat musim kemarau. (Foto: dok. Istimewa)

Hadapi Musim Kemarau, Gubernur Jatim Minta Daerah Perkuat Antisipasi Sektor Pertanian sejak Dini

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh bupati dan wali kota memperkuat langkah antisipatif sejak dini.

Arahan tersebut bertujuan menjaga kesinambungan produksi pangan di tengah ancaman kekeringan yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa bulan mendatang.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Baca Juga: Musim Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal, Sebagian Wilayah Jawa Timur Mulai Kering Sejak April

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Gubernur Jawa Timur Nomor 500.6.1/10499/110/2026 sebagai tindak lanjut atas Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor B-73/TI.050/M/03/2026 tertanggal 9 Maret 2026 terkait langkah mitigasi awal musim kemarau.

Khofifah menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan lebih awal agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan mampu mendukung target swasembada pangan nasional.

“Koordinasi dan kerja sama antar pemerintah daerah, baik bupati maupun wali kota se-Jawa Timur, akan kami perkuat agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih dini,” ujarnya di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (02/04/2026).

Menurut dia, langkah mitigasi tidak boleh menunggu hingga dampak kekeringan benar-benar dirasakan. Produksi pertanian harus dijaga sebagai penopang utama ketahanan pangan.

“Kami tidak boleh menunggu dampak muncul baru bertindak. Produksi pertanian harus tetap terjaga agar ketahanan pangan Jawa Timur tetap kokoh,” tegasnya.

Perkiraan Kemarau hingga Agustus 2026

Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Jawa Timur diperkirakan berlangsung pada April hingga Agustus 2026 dengan potensi peningkatan risiko kekeringan di sejumlah daerah.

Menyikapi hal itu, Khofifah meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, seperti memetakan wilayah rawan kekeringan, membangun sistem peringatan dini (early warning system), serta mengaktifkan tim penanganan kekeringan.

Selain itu, optimalisasi pengelolaan sumber daya air juga perlu dilakukan melalui perbaikan jaringan irigasi, pemanfaatan embung, penggunaan sumur dangkal, hingga penerapan teknologi pompanisasi dan sistem perpipaan.

Di sisi lain, percepatan masa tanam di wilayah potensial juga didorong dengan memanfaatkan varietas tanaman tahan kekeringan dan berumur genjah. Penyesuaian pola tanam berdasarkan kondisi iklim dan ketersediaan air juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Khofifah menekankan, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, petani, penyuluh, hingga unsur forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kolaborasi menjadi kunci. Semua pihak harus bergerak bersama agar produksi pertanian, khususnya pangan, tetap terjaga optimal,” katanya.

Baca Juga: Dua Desa Ajukan Droping Air Bersih, BPBD Tuban: Tahun Ini Kemarau Basah

Dia juga meminta pemerintah daerah secara aktif menyampaikan laporan perkembangan produksi pertanian sebagai bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis mampu menekan dampak musim kemarau sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

“Ketahanan pangan adalah fondasi. Kami harus memastikan Jawa Timur tetap menjadi lumbung pangan nasional meski dihadapkan pada kondisi iklim yang menantang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: berita Jatim hari inijatimJatim hari iniMusim kemarau di Jatim
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Tambang ilegal.

Polres Pasuruan Tindak Praktik Tambang Ilegal di Purwosari, 2 Tersangka Dibekuk

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID