TUBAN, Tugujatim.id – Kekeringan dialami sebagian warga di Kabupaten Tuban meski tahun ini disebut sebagai musim kemarau basah. BPBD Tuban telah menerima permintaan droping air bersih dari dua desa.
Kalaksa BPBD Tuban, Sudarmaji, menjelaskan, desa yang mengajukan droping air bersih adalah Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, serta Desa Bader, Kecamatan Jatirogo.
“Sementara baru dua desa itu. Droping dilakukan dua tangki per hari secara bergantian, sudah sejak Selasa (09/09/2025) lalu,” terangnya saat dikonfirmasi.
Menurut Sudarmaji, jumlah permintaan droping tahun ini relatif sedikit dibanding tahun sebelumnya. Hal itu karena sebagian wilayah sudah diguyur hujan meski masih masuk periode kemarau.
“Tahun ini kan kemarau basah, jadi beberapa desa sudah tidak begitu kesulitan air,” tambahnya.
BACA JUGA: KDMP Tuban Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Kerja Baru
Berdasarkan catatan BPBD, pada 2024 terdapat 46 desa di 14 kecamatan yang masuk kategori rawan krisis air bersih. Jumlah ini meningkat cukup signifikan dibanding periode yang sama pada 2023, yakni 14 desa di 7 kecamatan.
Meski begitu, permintaan droping tahun ini belum sebanyak tahun lalu. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor iklim basah yang membuat sumber air di beberapa titik masih tersedia.
“Kalau dibandingkan dengan dua tahun terakhir, sekarang cenderung lebih terkendali. Namun, tetap kita siapkan langkah antisipasi jika nanti ada penambahan desa yang mengajukan bantuan air,” jelas Sudarmaji.
Selain melakukan droping ke desa terdampak, BPBD juga menyiapkan pemetaan ulang wilayah rawan krisis air bersih. Data ini akan digunakan untuk mempercepat distribusi bila permintaan meningkat.
BPBD Tuban juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar segera melaporkan jika ada warganya yang mulai kekurangan pasokan air.
“Laporan cepat dari desa sangat membantu, sehingga distribusi bisa segera dilakukan,” tegas Sudarmaji.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap menghemat penggunaan air bersih, terutama di wilayah perbukitan yang sumber airnya terbatas.
Meski musim kemarau kali ini tidak sekeras tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah tetap menyiapkan armada tangki agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurochim
Editor: Darmadi Sasongko








