• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pemandangan yang miris saat warga mencari ikan di tengah gunungan busa limbah mikroplastik di sungai Tambak Wedi, Jumat (28/05/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Pemandangan yang miris saat warga mencari ikan di tengah gunungan busa limbah mikroplastik di sungai Tambak Wedi, Jumat (28/05/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Gunungan Busa “Salju”, Pencemaran Mikroplastik di Tambak Wedi yang Masih Belum Serius Ditangani Pemkot Surabaya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dua bulan yang lalu, Tugu Jatim menyoroti terkait munculnya busa-busa yang menggunung berwarna putih mirip salju di perairan Tambak Wedi pada 24 Maret 2021. Setelah dikaji dan diteliti, fenomena semacam itu akibat pencemaran air yang mengandung mikroplastik dan tingginya limbah domestik warga yang masuk ke kawasan Sungai Tambak Wedi.

Pada akhir Mei 2021, Tugu Jatim mendapat kabar serupa dari Ecoton terkait busa-busa yang menggunung berwarna putih mirip salju ditemukan kembali di kawasan perairan Tambak Wedi Surabaya. Ketua Ecoton Prigi Arisandi menegaskan, pemerintah kota belum optimal dalam mengatasi pencemaran air.

You might also like

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

04/06/2026 12:03 PM
Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

04/06/2026 11:07 AM
Inilah gunungan busa mirip salju, limbah mikroplastik. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Inilah gunungan busa mirip salju, limbah mikroplastik. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

“Sejauh ini, kami (Ecoton dan beberapa komunitas dan organisasi peduli lingkungan, red) tetap menemukan busa yang seperti salju menutupi permukaan air Tambak Wedi,” terangnya, Jumat (28/05/2021).

Selain itu, Prigi juga menjelaskan, tidak sedikit nelayan yang mengeluhkan kemunculan busa-busa putih itu karena perlu semakin mendayungkan perahunya ke tengah untuk mencari ikan. Buih deterjen itu berakibat mengurangi kualitas air di perairan Tambak Wedi.

“Nelayan mengeluh semakin ke tengah mencari ikan karena buih detergen (busa-busa putih yang menggunung, red) menurunkan kualitas air dan enggan mendekati muara Tambak Wedi,” sambungnya.

Warga terpaksa mencari ikan di tengah gunungan busa mirip salju. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Warga terpaksa mencari ikan di tengah gunungan busa mirip salju. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Di sisi lain, Prigi menyebut, dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tampak tidak ada upaya rutin melakukan pengerukan reguler pada muara Tambak Wedi. Prigi menjelaskan, selain itu tidak adanya rencana Pemkot Surabaya dalam membangun IPAL komunal.

“Tidak ada upaya rutin pemkot melakukan pengerukan reguler pada muara Tambak Wedi. Lalu, tidak ada juga rencana pemerintah pusat untuk melakukan pembangunan IPAL komunal (instalasi pengolahan air limbah yang diolah oleh warga kampung atau warga se-RT, red),” jelasnya.

Warga berharap Pemkot Surabaya segera mengatasi pencemaran air di Tambak Wedi. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Warga berharap Pemkot Surabaya segera mengatasi pencemaran air di Tambak Wedi. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Beberapa komunitas peduli lingkungan juga menyuarakan agar Pemkot Surabaya membangun kanal air khusus sehingga limbah pabrik dan limbah domestik memiliki proses pengelolaan dan tidak langsung dibuang ke sungai.

Dalam kesempatan itu, Prigi juga menegaskan bahwa kondisi semacam ini semakin menurunkan kualitas air dan perikanan pun terancam. Inilah bukti pemerintah abai dalam pengendalian dampak lingkungan dan ancaman kesehatan.

Tags: Akibat mikroplastikEcotonKota SurabayaLimbah pabrikPemkot Surabayapencemaran airSungai Tambak WediTambak Wedi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 11:07 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Memasuki bulan Juni 2026, acara-acara yang diselenggarakan di Surabaya banyak macamnya, salah satunya pameran seni. Mau tahu...

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Next Post
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Provinsi Jatim Sapto didampingi Dinsos Provinsi dan camat Plumpang mengunjungi KPM yang enggan mengembalikan bantuan telur yang busuk kepada agen. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Dinsos Provinsi Jatim Sidak di Tuban karena Telur Busuk...?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID