SURABAYA,Tugujatim.id – Guru Besar bidang ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rossanto Dwi Handoyo memberikan tanggapan terkait kenaikan PPN 12 Persen. Kenaikan tersebut akan menurunkan daya beli masyarakat tapi meningkatkan APBN.
“Pasti ada kenaikan harga, tapi kenaikannya itu masih manageable,” katanya.
Diketahui, PPN 12% akan mulai diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia pada 1 Januari 2025 mendatang. Namun, kini sudah banyak menuai pro kontra. Adanya kenaikan PPN 12%, pembangunan infrastruktur harus ditingkatkan mengingat ekonomi negara berjalan stimulus.
“Bangun jalan, bandara, pelabuhan itu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tapi, konsumsi masyarakat yang menurun karena pajak itu juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, pemerintah wajib mengelola APBN dengan efektif. Jangan sampai membangun banyak infrastruktur tapi ujungnya mangkrak.

Lebih lanjut, Rossanto menjelaskan jika saat ini ekonomi berada dalam kondisi yang baik. Bahkan, neraca perdagangan masih surplus karena bangak ekspor.
“Dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di negara-negara lain, kita sudah termasuk sangat bagus. Cina saja sekarang di bawah 5% ya,” bebernya.
Di sisi lain, daya konsumsi masyarakat Indonesia terutama kelas menengah saat ini banyak yang turun sejak pandemi Covid-19.
“Memang kalangan menengah kita belum pulih sejak Covid. Saat itu terjadi penurunan (kelas menengah) yang sangat drastis,” terangnya.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Rossanto berharap pemerintah agar tidak menaikkan harga BBM.
“Menurut saya strategi pemerintah pintar (dalam) menjaga daya beli masyarakat dari sisi administrative price,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








