• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
guru ngaji tugu jatim

Hasil koreksi bacaan dari aplikasi Tarteel. Foto: tangkapan layar aplikasi Tarteel

Guru Ngaji Kini Dapat Tantangan dari Aplikasi Berbasis AI

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Peran guru ngaji dibutuhkan ketika membaca kitab suci Al-Qur’an. Dari tuntunan guru ngaji, seseorang dapat mengenali mana bacaan Al-Qur’an yang kurang tepat, di mana letak kesalahan saat membaca Al-Qur’an, bahkan saat akan menghafal Al-Qur’an pun butuh peran seorang guru yang mumpuni.

Lalu, apa jadinya bila peran dan kehadiran guru ngaji mendapat tantangan dari kecerdasan buatan?

You might also like

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Aplikasi bernama Tarteel merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendengarkan dan mengidentifikasi bacaan Al-Qur’an. Dengan menggunakan speech to text, Tarteel melakukan pencarian teks untuk mencocokkan ayat.

Tugu Jatim melakukan uji coba dengan melakukan pembacaan ayat yang kurang sesuai dengan surat di dalam Al-Qur’an. Hasilnya, Tarteel mengoreksi lima bacaan yang salah disertai dengan koreksi bacaan yang sesuai dengan ayat.

Hasil tersebut cukup mengejutkan. Bermodal suara saja, aplikasi itu mampu mendeteksi ayat mana yang tak cocok bacaannya, kemudian memberi masukan ayat yang sesuai dengan surat yang dibaca. Bahkan, terdapat fitur penanda seberapa sering pembaca salah baca dalam sebuah surat dalam Al-Qur’an.

Tak hanya itu, fitur Tarteel juga dilengkapi dengan mode penghafal. Mode tersebut menyembunyikan ayat dan juga dapat menyembunyikan penanda ayat.

Hal ini tentu menjadi salah satu solusi bagi penghafal Al-Qur’an ketika sudah tidak tinggal di lingkungan pesantren atau tempat menghafal Al-Qur’an. Tentunya, para penghafal itu ingin menjaga dan mencari koreksi hafalannya meski sudah jauh dari pesantrennya.

Fitur setoran juga dapat dijumpai pada aplikasi Tarteel. Saat masuk fitur tersebut, halaman Al-Qur’an tampil dalam bentuk kosong, kemudian otomatis terisi dengan ayat yang telah dibaca pengguna. Tak hanya itu, kesalahan baca oleh pengguna akan ditandai dengan tanda berwarna merah.

Tarteel juga menyediakan catatan statistik pengguna. Mulai berapa lama pengguna membaca Al-Qur’an dalam sehari, berapa jumlah ayat yang sudah dibaca, berapa persen Al-Qur’an yang sudah terbaca hingga lama waktu bacaan. Catatan tersebut tersedia dalam rentang waktu harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

Aplikasi Tarteel sendiri sudah diunduh sebanyak satu juta lebih unduhan di Google Play Store. Aplikasi ini juga mendapat rating 4,7 dari 19 ribu ulasan.

Melihat fitur dari Tarteel yang cukup bagus ini, membuat peran guru ngaji sebagai pendamping dan pengajar mendapat pertanyaan. Sampai kapan kehadiran guru ngaji akan dibutuhkan? Karena kini orang dapat mengakses koreksi bacaan Al-Qur’an lewat gawai mereka masing-masing.

Meski kehadirannya belum begitu terasa, agaknya guru ngaji perlu waspada dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada. Apalagi perkembangan kecerdasan buatan sedang marak dikebut di berbagai belahan dunia.

Tags: AIguru ngajitantangan guru ngaji
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

Next Post
penukaran uang baru tugu jatim

Jelang Lebaran, Penukaran Uang Baru Makin Diburu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID