MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Workshop Penyusunan Laporan Kemajuan Enhancing Quality Education and International University Impact and Recognition (EQUITY) program Times Higher Education (THE) Impact Ranking 2025-2026 pada 19-20 April 2026.
Ketua EQUITY UM Prof Dr Markus Diantoro MSi menjelaskan, kampus UM mendapat pendanaan program EQUITY dari LPDP melalui Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek RI untuk pengembangan riset dan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SSGs.
Baca Juga: LPPM UM Gelar Pleno Seleksi Jatim Melaju 2026, Dorong Kolaborasi Riset Antar Kampus di Jawa Timur
Setidaknya, ada 6 aktivitas dengan 18 sub aktivitas yang dikembangkan UM. Mulai dari pembentukan dan penguatan SDG’s center, Research Grants, Research Collaborations, dengan perguruan tinggi dalam negeri, Research Collaborations untuk meningkatkan IRN khususnya dengan perguruan tinggi, Research yang mendukung peningkatan peringkat pada QS Subject Ranking.
Selain itu, insentif reviewer dan editorial board Jurnal terindeks Scopus/WOS, insentif peningkatan sitasi, Presenting at international scientific conferences on SDGs, Match making research interest dengan peneliti, Visiting (inviting) Top Professors, Joint Supervision, Post Doc researcher dari Luar negeri, Summer course tentang SDGs.

Community Developments (National/International), Participation in International Education exhibitions/conferences (pameran), Organizing international scientific conferences/workshop/seminars tentang salah satu prioritas SDGs, dan Employer Meeting.
Sub Kegiatan dan Serapan Anggaran Kini 80 Persen
Sejauh ini, Prof Markus mengatakan, pelaksanaan seluruh sub kegiatan dan serapan anggaran sudah mencapai lebih dari 80 persen dari 80 persen anggaran yang telah disalurkan oleh LPDP. Laporan kemajuan EQUITY itu juga telah direview atau monitoring dan evaluasi oleh Badan Pengawas Internal (PBI) sebagai perwakilan Kemendiktisaintek RI.
“Semua PIC sudah mempresentasikan laporan kemajuannya. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala,” ucap Prof Markus yang juga wakil rektor III UM Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi pada Senin (20/04/2026).

Menurut dia, workshop ini dilakukan untuk menyamakan persepsi agar penyusunan laporan kemajuan EQUITY UM dapat berjalan sesuai ketentuan yang ada. Ia juga berharap output program EQUITY UM ini dapat tercapai 100 persen sesuai target yang ditetapkan.
Dia mengatakan, EQUITY THE Impact Ranking ditujukan untuk mendorong kampus Indonesia mampu memiliki peringkat atau reputasi kelas dunia. Dengan demikian, kampus kampus Indonesia dilirik mahasiswa asing dan memajukan negara.

“Selain itu, ini juga untuk menyampaikan ke masyarakat dunia terkait kemajuan pendidikan, penelitian dan pengabdian kampus kampus Indonesia. Arah research Indonesia sudah bagus. Kampus UM juga terus berkembang dan terus didorong mampu menghasilkan penelitian yang benar benar berdampak,” imbuhnya.
Baca Juga: LPPM UM Perkuat Kualitas Penelitian Melalui Review Proposal Terstruktur
Sejauh ini, LPPM UM telah mengembangkan riset di berbagai bidang bahkan bersinergi dengan kampus kampus internasional berbagai negara lintas benua, seperti Asia, Australia hingga Afrika.
Melalui EQUITY THE Impact Ranking, Markus berharap ranking dunia kampus UM bisa melonjak tajam. Mengingat, program ini juga merepresentasikan poin poin tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) seperti tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, energi bersih, pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








