JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Muhammad Fawait bersama Presiden RI Prabowo Subianto launching Koperasi Merah Putih (KMP) secara dalam jaringan (daring) pada Senin (21/07/2025). Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyatakan dukungan penuh terhadap program KMP di Jember sebagai upaya mengentaskan kemiskinan.
Dia menilai inisiatif KMP di Jember sebagai terobosan cerdas guna mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus memperkuat program Makanan Bergizi (MBG) serta distribusi beras melalui Bulog.
Baca Juga: Bangun Kemandirian Ekonomi, 24 Koperasi Merah Putih Kota Batu Resmi Beroperasi
Bupati Fawait mengungkapkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Jember masih signifikan, meski dana APBD terus digelontorkan untuk penguatan UMKM.
“Pertumbuhan ekonomi selama ini hanya dinikmati segelintir pihak, sehingga disparitas pendapatan masih lebar. Keberadaan koperasi diharapkan dapat mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih adil,” paparnya.
Menurut dia, KMP di Jember akan melibatkan warga miskin yang produktif sebagai anggota sekaligus mendukung program MBG dan penyerapan hasil panen gabah oleh Bulog.
“Ini solusi konkret untuk paradoks yang selama ini terjadi: ekonomi naik, tapi kemiskinan tidak berkurang,” tegasnya.
Saat ini, Jember baru memiliki satu koperasi percontohan di Desa Sidomulyo. Namun, Pemkab Jember berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi untuk mengembangkan 10 koperasi serupa di wilayah lain.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember Sartini menyebutkan, Koperasi Merah Putih Sidomulyo telah berjalan dengan dukungan BUMN seperti Bulog, Bank Mandiri, dan Bank Jatim. Dia mengatakan, 10 koperasi baru sedang melalui tahap seleksi yang sangat ketat.
“Kami tidak sembarangan memilih. Koperasi yang dibina harus memiliki kapasitas mengembalikan pembiayaan sehingga kami melakukan pendampingan dan kajian mendalam,” jelas Sartini.

Lebih lanjut, dia mengatakan, koperasi-koperasi ini akan terintegrasi dengan program Desa Tematik, seperti komoditas padi, sayuran, ternak, dan perikanan. Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) di 118 desa pada akhir 2025.
“Koperasi akan menjadi pemasok utama bahan pangan untuk mendukung SPPG dan program MBG,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, Pemkab Jember yakin koperasi mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di daerah tersebut. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








