JEMBER, Tugujatim.id – Di 100 hari kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengungkapkan pencapaian memanggakan. Dalam periode tersebut, puluhan penghargaan didapat dari berbagai kategori.
“Ini 100 hari kita sudah dapat sekitar kurang lebih 20 penghargaan. Kalau 100 hari 20 berarti kalau setahun bisa berapa? Bisa 100 jangan-jangan. Kalau 5 tahun berarti bisa 500 atau bahkan 1.000,” ujar Bupati Fawait pada Rabu (18/6/2025).
Meski bangga dengan pencapaian tersebut, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama pemerintahannya.
“Penghargaan itu bagi saya bukan tujuan utama tapi penghargaan itu sebagai vitamin saja. Tujuan utama dari kita semua adalah pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan menuju Jember Baru, Jember Maju,” tegas Bupati Jember periode 2025-2030 itu.
Menurunnya, kondisi kemiskinan di Kabupaten Jember sejak 10 tahun terakhir sangat memprihatinkan. Berdasarkan data yang dikumpulkannya, angka kemiskinan di Kabupaten Jember dalam 10 tahun terakhir tidak pernah berada di bawah 200.000 jiwa.
“Data kemiskinan 10 tahun terakhir ini di Jember tidak pernah angka kemiskinannya di bawah 200.000, sehingga menempatkan Jember menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk miskin secara absolut terbanyak kedua di Jawa Timur,” ungkap Fawait.
Selain itu, lebih mengkhawatirkan lagi menyangkut data Kementerian Sosial, Kabupaten Jember menempati posisi dengan angka kemiskinan ekstrim di Jawa Timur. Kondisi itu membuat Gus Fawait mengungkapkan kegelisahannya terhadap efektivitas penggunaan APBD Jember selama 10 tahun terakhir.
Melihat, sepanjang waktu tersebut, jumlah total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hampir mencapai 40 hingga 50 triliun rupiah. Kendati demikian, jumlah tersebut dinilai Gus Fawait tidak efektif menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.
BACA JUGA: Pembuka Pariwisata Internasional: Wisatawan asal Spanyol Eksplorasi Keindahan Budaya dan Alam Jember
“Hampir 50 triliun Bapak Ibu semuanya, hampir ini kita selama 10 tahun terakhir menurut saya belum efektif menurunkan angka kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem,” kata Fawait.
Untuk itu, ia berencana menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan kajian ilmiah mengenai efektivitas APBD Jember selama 10 tahun terakhir terhadap penurunan kemiskinan, stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi.
Dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, Bupati Fawait menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku. Ia bahkan telah berkoordinasi dengan KPK terkait pencegahan korupsi.
BACA JUGA: Bupati Fawait Targetkan 20 Ribu Mahasiswa Jember Dapat Beasiswa
“Tidak boleh lagi kita tabrak aturan. Tidak boleh lagi kita melanggar aturan di dalam pengelolaan APBD Kabupaten Jember,” tegasnya.
Fawait juga menyampaikan keputusan berani dengan menyerahkan APBD Kabupaten Jember kepada aparat penegak hukum dan KPK untuk diteliti guna mencegah adanya indikasi kecurangan.
Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan, Bupati Fawait menekankan pentingnya strategi jangka panjang melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan. Ia mengambil contoh Singapura sebagai negara tetangga yang berhasil berkembang meski memiliki sumber daya manusia yang terbatas.
“Tidak ada jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan kecuali lewat ilmu pengetahuan,” pungkas Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








