JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember mengagendakan kegiatan tatap muka langsung antara kepala daerah dengan warganya pada akhir pekan ini. Bupati Jember Muhammad Fawait lewat Gus’e Menyapa akan mengunjungi wilayah Puger pada Sabtu (18/10/2025), dilanjutkan ke Wuluhan keesokanharinya.
Inisiatif bertajuk Gus’e Menyapa ini menjadi strategi komunikasi inovatif pemerintah daerah untuk membangun kedekatan dengan rakyat. Lebih dari sekadar bertemu, kegiatan ini dirancang agar pemimpin daerah dapat menyerap aspirasi langsung dari masyarakat dan mengonfirmasi apakah program-program pembangunan yang dijalankan sudah tepat sasaran.
Baca Juga: Kemendagri Apresiasi Inovasi Wadul Gus’e, Jember Jadi Contoh Tata Kelola Modern
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa pentingnya kehadiran pemerintah secara fisik di tengah-tengah rakyat, bukan hanya bekerja dari kantor. Menurut dia, interaksi langsung inilah yang akan menjadi fondasi perencanaan program 2026 yang responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat Jember.
“Kami ingin hadir bukan hanya di balik meja, tapi benar-benar di tengah masyarakat. Dari sinilah kami bisa merancang program 2026 yang sesuai dengan kebutuhan nyata warga Jember,” ujar Gus Fawait, Jumat (17/10/2025).
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai format pertemuan, di antaranya acara keagamaan tingkat kampung, diskusi dengan pengurus RT/RW, pertemuan kelompok petani, serta diskusi bersama para kader kesehatan.
Rangkaian aktivitas tersebut membawa agenda-agenda strategis seperti pengendalian laju inflasi lokal, pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan, serta upaya pencegahan pernikahan dini dan masalah gizi buruk pada anak.
Pemerintah Jadi Pendengar daripada Pemberi Instruksi
Perlu dicatat, ini adalah pelaksanaan putaran kedua setelah sebelumnya dilakukan di wilayah Jenggawah. Ke depan, aktivitas serupa akan dijadwalkan secara berkala setiap akhir pekan dengan rotasi lokasi mencakup semua kecamatan yang ada di Jember.
Seluruh informasi dan masukan yang terkumpul dari masyarakat nantinya akan diserahkan kepada unit perencanaan pemerintah kabupaten sebagai referensi dalam menyusun Musyawarah Perencanaan Pembangunan untuk tahun 2026.
Fawait menekankan bahwa pendekatan pembangunan harus bersifat riil dan dialogis. Dia menilai pemerintah perlu lebih banyak berperan sebagai pendengar ketimbang sekadar pemberi instruksi.
Dengan metode pendekatan seperti ini, otoritas setempat optimis perencanaan dan pelaksanaan pembangunan akan lebih presisi, melibatkan partisipasi aktif masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








