• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kota Halal. (Foto: Damianus Darfin Mais/Tugu Jatim)

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Bin Ali Mahdi Al-Hamid menghadiri aksi tanda tangan petisi Malang Kota Toleransi di depan gedung DPRD Kota Malang pada Selasa (01/03/2022). (Foto: Damianus Darfin Mais/Tugu Jatim)

Hadiri Aksi Penandatanganan Petisi Malang Kota Toleransi, Inisiator GNK: Kota Halal Tak Cocok untuk Masyarakat

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Bin Ali Mahdi Al-Hamid menghadiri aksi tanda tangan petisi Malang Kota Toleransi di depan gedung DPRD Kota Malang pada Selasa (01/03/2022). Dia mengungkapkan, proyeksi Malang sebagai Kota Halal tidak cocok untuk masyarakat Kota Malang yang sangat plural, heterogen, dan beragam.

Sebelumnya beberapa waktu yang lalu, gerakan Ormas Malang Bersatu telah menggelar aksi untuk merespons rencana Kota Malang sebagai Kota Halal. Aksi itu pun dilakukan untuk menolak rencana tersebut. Karena merasa belum mendapat tanggapan dari pihak pemerintah, aksi kembali dilakukan dengan kegiatan penandatanganan petisi Malang Kota Tolerasi pada Selasa (01/03/2022).

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Pada kegiatan aksi penandatangnan petisi itu, Habib Syakur mengatakan, bukannya mau menantang hukum syariat yang mengatur tentang halal, tapi sebelum merumuskan hal itu harus ada upaya penertiban terlebih dulu terkait rencana Kota Halal tersebut.

“Bukannya kami mau menentang syariat tentang halal, tidak. Tapi, semua itu harus ditertibkan. Jadi, misalnya proyeksi Kota Halal itu untuk apa. Sedangkan di sini masyarakatnya plural dan heterogen. Kalau proyeksi Malang Kota Halal itu kan sangat menyakiti anak bangsa,” ungkap Habib Syakur di depan gedung DPRD.

Dia juga menjelaskan, bila hanya mau mewujudkan kuliner halal, sepertinya itu tidak perlu. Sebab, mayoritas masyarakat Kota Malang adalah agamnya muslim. Karena itu, pasti masyarakat Kota Malang lebih suka makanan yang halal.

“Bila Malang Kota Halal itu diterapkan, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang lain, saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang berada di Kota Malang ini yang berlainan agama. Kan tersakiti dengan adanya slogan ini,” ungkapnya.

Menanggapi inisiasi DPRD Kota Malang yang akan melahirkan perda toleransi, Habib Syakur mengapresiasinya. Menurut dia, langkah itu adalah langkah yang bagus untuk mewujudkan Malang sebagai Kota yang moderat, yang humanis dan dinamis, menuju Malang menjadi kota-kota peradaban terbaru di Indonesia, karena Malang menjadi pionir di seluruh kota-kota di Indonesia.

“Buktinya sekarang Malang kota toleransi, yang lainnya ikut menginisiasi. Memang ide kota toleransi itu, ide dari saya. Saya sempat berbicara di berbagai forum. Saya bilang pemerintah itu tidak harus menilai kota kebersihan adipura, tapi pemerintah wajib menilai kota-kota mana yang layak mendapat predikat sebagai kota toleransi. Memang cita-cita saya dari dulu ingin mewujudkan Malang sebagai kota toleransi,” ujar Habib Syakur.

Terakhir, Habib Syakur mengatakan, Malang sebagai kota toleransi adalah suatu langkah yang sangat bagus untuk dideklarasikan. Harapannya, hal ini harus diwujudkan karena itu suara hati anak bangsa yang terbalut dalam kasih sayang kemanusiaan yang berada di Kota Malang tercinta ini.

Tags: Aksi penolakan Kota HalalAksi petisi Malang Kota ToleransiBerita penolakan Kota HalalGerakan Nurani KebangsaanKota HalalKota MalangMalang Kota ToleransiPenandatanganan petisi Malang Kota Toleransi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Hadi Tjahjanto. (Foto: Lanud Abdulrachman Saleh Malang/Tugu Jatim)

Ayahanda Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto Meninggal di Usia 86 Tahun

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID