Harapan PMI Kota Malang dan Plasmahero.id soal Bank Plasma Inisiasi Tugu Media Group - Tugujatim.id

Harapan PMI Kota Malang dan Plasmahero.id soal Bank Plasma Inisiasi Tugu Media Group

  • Bagikan
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19" pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kebutuhan plasma konvalesen untuk terapi pasien Covid-19 meningkat tajam seiring dengan melonjaknya kasus aktif harian di masa pandemi putaran kedua ini. Namun sayangnya, kondisi itu tidak sebanding dengan ketersediaan plasma konvalesen-nya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Malang, sebagai salah satu daerah penyuplai plasma konvalesen di Jatim. Seperti diungkapkan Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati bahwa animo pendonor di Malang belakangan ini mulai menurun.

”Dari kerja sama kita dengan 17 RS rujukan, setiap harinya hanya ada sekitar 5-10 antrean pendonor,” ungkap dia dalam FGD bersama Tugu Media Group bertajuk “Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19” pada Senin (26/07/2021) secara virtual.

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19" pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19” pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)

Di lain hal, secara kapasitas produksi di UTD PMI Kota Malang juga belum sepadan untuk memasok plasma dalam jumlah banyak. Enny mengatakan, karena keterbatasan alat. Alatnya cuma 1 dan dalam sehari hanya bisa melayani 3-4 orang saja.

”Proses pengambilan plasma itu hanya 1 jam. Lalu, kendala lagi, habis dipakai itu alatnya harus diistirahatkan selama 15 menit. Jadi, kalau bisa memang perlu nambah alat,” paparnya.

Terlepas dari itu, Enny menerangkan, terapi plasma ini memang hanya bersifat terapi alternatif. Plasma darah ini sifatnya memberi kekebalan pasif lewat plasma antibodi yang didonor para penyintas Covid-19.

”Artinya, penting tidak penting, tetap efektif karena memang Covid-19 belum ada obatnya. Toh jika nanti wabah sudah selesai, alatnya ini juga masih bisa dipakai untuk transfusi trombosit untuk keperluan wabah epidemi, seperti demam berdarah,” imbuh dia.

Sementara itu, penggerak komunitas pendonor plasma di Malang sejak akhir 2020, yakni plasmahero.id yang digagas dr Ariyani mengatakan, jika kendala utama minimnya pasokan plasma konvalesen karena kesadaran dari para penyintas juga menurun.

Berbeda dengan gelombang pendonor di awal-awal plasmahero.id terbentuk, bisa mengumpulkan 300 pendonor dalam kurun 3 minggu. Tapi, sejak Juli 2021 ini, dia mengakui peminatnya mulai surut. Jika dipersentasekan, misal dari 700 database penyintas yang didapat, hanya 2-3 orang yang mau berdonor secara rutin.

Dr Ariani, dokter anak RSSA Malang sekaligus penggagas plasmahero.id dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19" pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)
Dr Ariani, dokter anak RSSA Malang sekaligus penggagas plasmahero.id dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19” pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)

”Apalagi sejak ada varian baru delta ini, membuat orang takut datang ke RS. Selain itu, masih banyak masyarakat yang tidak terbuka. Mereka masih malu dan takut dikucilkan jika ketahuan penyintas,” beber dokter anak di RSSA Malang ini.

Jika terus begini, Ariyani mengatakan, ketersediaan stok plasma sudah darurat. Karena itu, dia mengapresiasi atas inisiatif mewujudkan bank plasma ini. Dia juga akan sangat senang sekali jika motivator nasional Dr Aqua Dwipayana turut andil dalam membangun kepercayaan publik.

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19" pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19” pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)

”Sangat senang sekali jika Pak Aqua ikut aktif memberi motivasi kepada seluruh penyintas di Indonesia untuk berdonor. Sehingga muncul Pak Sim Putra Bradley lain-lainnya,” harapnya.

Terpisah, GM Tugu Malang Fajrus Shidiq mengatakan, berkeinginan besar untuk turut berkontribusi dalam gerakan sosial ini. Selain menggeber publikasi dan edukasi, dia menyarankan agar ada stimulus insentif bagi para penyintas yang mau berdonor.

GM Tugu Malang Fajrus Shidiq dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19" pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)
GM Tugu Malang Fajrus Shidiq dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Malang Untuk Indonesia, Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi Covid-19” pada Senin (26/07/2021) secara virtual.(Foto: Dani/Tugu Jatim)

”Jika disepakati, kami akan bantu untuk membentuk relawan, mengumpulkan donasi untuk keperluan penambahan alat transfusi plasma atau insentif transpor bagi pendonor misalnya,” jelas dia.

Dia mengatakan, semoga dari langkah kecil dari Malang untuk Indonesia ini bisa membawa manfaat dan meringankan beban penanganan Covid-19.

  • Bagikan