JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember mengalami deflasi pada Mei 2025, dipicu oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan utama, terutama cabai. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Tri Erwandi mengatakan, beberapa komoditas yang menyebabkan terjadinya deflasi adalah harga cabai, cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah.
“Cabai ini tergolong bobotnya cukup tinggi sehingga penurunan harganya sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah,” jelas Tri Erwandi pada Senin (02/06/2025).
Meskipun ada komoditas lain seperti timun yang mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen, namun dampaknya tidak signifikan karena bobot komoditas tersebut kecil dalam penghitungan inflasi.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Tuban Rontok Jelang Iduladha, Pedagang: Murah Banget!
Selain harga cabai dan bawang merah, daging ayam dan telur juga mengalami penurunan harga yang turut mendorong terjadinya deflasi di bulan Mei. Tri Erwandi menjelaskan, kondisi deflasi ini terkait dengan faktor cuaca.
“Walaupun di bulan Mei seharusnya sudah berkurang, tapi kami rasakan hujan masih sering terjadi. Kondisi air yang cukup untuk tanaman, membuat produksi masih melimpah,” ungkapnya.
Curah hujan yang masih tinggi di bulan Mei membuat pasokan komoditas pertanian, khususnya cabai dan sayuran lainnya, tetap berlimpah sehingga harga cenderung turun. Meski secara umum terjadi deflasi, kepala BPS Jember ini mengingatkan adanya kenaikan harga beras yang perlu diwaspadai.
“Beras sudah naik walaupun kecil, tapi biasanya panen rayanya sudah semakin jauh. Ini perlu dijaga stoknya,” kata Tri Erwandi.
Dia menekankan pentingnya menjaga agar stok beras tidak banyak keluar dari Jember, mengingat kebutuhan konsumsi beras di daerah ini cukup besar.
“Yang dikhawatirkan, produksi ini harus penuhi dulu kebutuhan dalam daerah, baru sisanya bisa keluar,” tegasnya.
Selain itu, untuk komoditas rokok, meski mengalami kenaikan harga, permintaan tetap tinggi.
“Rokok itu ternyata ‘nikmat’, sehingga walaupun naik tapi laris manis. Masih sulit menghilangkan kebiasaan itu,” ujar Tri Erwandi dengan nada santai.
Harga Emas Mulai Turun
Sementara itu, harga emas yang sebelumnya sering naik dan pernah mencapai hampir Rp2 juta, kini mulai mengalami penurunan. Menjelang Iduladha yang jatuh pada bulan Juni, Tri Erwandi memperkirakan akan ada perubahan pola konsumsi masyarakat Jember.
“Jember identik dengan masyarakat Madura yang merayakan Iduladha sebagai hari besar. Biasanya mereka pulang kampung dan mengadakan selamatan,” jelasnya.
Dia memprediksi harga daging bisa turun karena banyaknya penyembelihan hewan kurban, namun komoditas lain seperti ayam, telur, santan, dan kelapa kemungkinan akan mengalami kenaikan harga karena dibutuhkan untuk keperluan selamatan dan pembuatan ketupat.
Tri Erwandi menegaskan bahwa cabai dan bawang tetap menjadi komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi karena sifatnya sebagai kebutuhan pokok.
“Kami tidak bisa hidup tanpa sambal, berbeda dengan rokok yang bisa ditoleransi,” ujarnya.
Deflasi bulan Mei ini menunjukkan dinamika harga komoditas yang sangat dipengaruhi faktor cuaca dan musim dengan cabai sebagai komoditas paling dominan dalam menentukan arah pergerakan inflasi di Kabupaten Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








