TUBAN, Tugujatim.id – Menjelang perayaan Iduladha 2025, harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Tuban mengalami penurunan drastis. Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabai rawit yang kini hanya dibanderol Rp15 ribu per kilogram, jauh anjlok dibanding bulan-bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp70 ribu.
Fenomena ini terpantau di sejumlah lapak pedagang Pasar Baru Tuban. Rumiyatun, salah satu pedagang yang telah lama berjualan sayuran di pasar tersebut, mengaku terkejut dengan harga cabai rawit yang kini semakin murah.
Baca Juga: Pemkab Tuban Siapkan Jurus Redam Kenaikan Harga Cabai Rp120 Ribu
“Sekarang cuma Rp15 ribu, Mas. Biasanya kan bisa Rp60 ribu lebih. Bahkan dulu pernah sampai seperti harga daging sapi, Rp110 ribu. Tapi ya gini ini, karena barangnya banyak,” ungkap Rumiyatun, Kamis (29/05/2025).
Menurut dia, bukan hanya harga cabai rawit merah yang rontok alias jatuh. Komoditas cabai hijau dan cabai keriting juga ikut turun.
“Cabai hijau sekarang Rp20 ribu, keriting juga sekitar Rp25 ribu. Semua ikut turun,” jelasnya.
Stok Melimpah, Harga Menurun
Penurunan harga cabai rawit ini, Rumiyatun mengatakan, bukan tanpa sebab. Melimpahnya stok cabai di pasaran akibat panen raya dari berbagai daerah jadi faktor utama. Di sisi lain, cuaca yang tidak menentu, terutama curah hujan yang tinggi, membuat sebagian hasil panen menjadi mudah busuk jika tidak cepat dijual.
“Banyak yang panen, jadi barang numpuk. Tapi ya gitu, sering kena hujan, gampang busuk juga,” imbuhnya.
Meski konsumen diuntungkan dengan harga murah, para pedagang justru merasa waswas karena keuntungan menipis.
Rumiyatun mengaku, dengan harga jual saat ini, margin keuntungan yang didapat hanya sedikit, bahkan kadang harus jual rugi demi menghindari kerugian lebih besar akibat barang rusak.
Hingga berita ini ditulis, harga cabai belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Sejumlah pedagang memperkirakan tren penurunan ini bisa berlanjut hingga usai Iduladha, tergantung kondisi cuaca dan stok dari petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








