MOJOKERTO, Tugujatim.id – Gapura Bajangratu yang berlokasi di Temon, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali diekskavasi setelah terakhir kali dipugar 31 tahun silam.
Ekskavasi yang melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim yang bekerjasama dengan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto ini menjumpai struktur pagar pada sisi bagian barat dan sisi timur Gapura Bajangratu.
“Ekskavasi ini selama enam hari kerja karena hari Minggu libur. Sejak tangal 6 sampai 12 September 2023, kami temukan struktur pagar bagian barat dan bagian timur,” terang Ketua Tim Ekskavasi Gapura Bajangratu, Muhammad Ichwan, pada Selasa (12/9/2023).
Hasil temuan berupa pagar sisi barat dan timur ini, lanjut Ichwan, bersambung dengan gapura. Selain itu, struktur pagar kuno ini ditemukan sekitar 5 cm dari permukaan tanah.
Pagar bagian timur memiliki struktur dengan panjang 11,5 meter. Sementara tebalnya mencapai 92 cm. Struktur bata merah pada pagar bagian timur ini juga ditemukan dalam keadaan cukup rapi. Struktur pagar ini sebagian ditemukan meliuk ke arah selatan.
Hal berbeda dijumpai pada pagar bagian barat gapura. Meski memiliki panjang hampir sama dengan pagar sisi timur, namun struktur yang dijumpai sudah mengalami kerusakan. Pagar bagian barat ini memiliki struktur yang sebagian meliuk ke arah utara.
“Saat kami temukan pagar bagian barat itu kondisinya sudah rusak. Berbeda dengan timur. Pagar timur ini tumpukan batanya masih rapi, masih bisa dikenali dengan cukup mudah,” imbuh Ichwan.
Hasil ekskavasi hari terakhir (12/9/2023) ini, selanjutnya akan diolah lagi oleh beberapa tim yang sudah dibentuk. Ichwan mengaku enam hari ekskavasi ini fokus pada data awal yang telah ditemui di lapangan. “Sementara data yang diperoleh akan diolah dulu. Jadi ekskavasi ini terakhir ya hari ini (12/9/2023). Untuk rencana lanjutan masih akan dibahas lagi nanti,” tandas Ichwan.
Saat disinggung tentang kapan Gapura Bajangratu dibangun, Ichwan mengaku belum menjumpai adanya angka tahun maupun prasasti yang menerangkan status Gapura Bajangratu ini. “Kalau pendapat para ahli itu, Gapura ini untuk pendarmaan Jayanegara,” pungkas Ichwan.
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








