GRESIK, Tugujatim.id – Haul ke-5 KH Najib Mahfud di Gresik berlangsung lancar dan khidmat Selasa malam (30/06/2026) di Pondok Pesantren Ar Rayyan, Kecamatan Dukun, Gresik. Acara ditutup dengan ceramah agama oleh KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong dari Jombang.
Dalam ceramahnya, Mbah Bolong menyampaikan amalan yang begitu disukai oleh Allah SWT. Bagi perempuan, adalah mencari rida suami.
”Di Jember, ada Bu Nyai yang wafatnya disalati banyak sekali orang, ternyata Bu Nyai tersebut pernah mencarikan istri kedua dan ketiga untuk suaminya sendiri,” kata Mbah Bolong disambut tawa para hadirin.
Tentu saja dalam konteks ini Mbah Bolong sedang bercanda.
”Tapi, yang jelas rida suami itu hal yang luar biasa bagi perempuan, perempuan bisa menjadi Wali Allah SWT berkat rida suami,” imbuhnya.
Selain itu, amalan yang begitu disukai adalah merawat anak yatim piatu.
”Dalam sebuah kitab dulu ada seorang lelaki yang awanya saat wafat tidak ada yang mensaalati, tapi akhirnya ada seorang Wali Allah yang mensalati, setelah ditanya kepada istrinya amalan suaminya itu adalah ketika habis berbuat doa selalu bertaubat dan salat berjamaah, dan kedua orang ini suka sekali merawat anak yatim, bahkan sayangnya dia ke anak yatim melebihi sayangnya kepada anaknya,” imbuhnya.

Syeikh Nawawi Al Bantani, kata dia, menjelaskan di salah satu kitabnya, sayangilah anak yatim seperti menyayangi anaknya sendiri.
”Jadi jangan saat TK saja kita santuni, tapi santuni dia sampai mengerti agama, dan kalau bisa sampai anak yatim tersebut bekerja. Kalau ada anak yatim ingin mondok, maka pondok-kanlah dia, kiai saya saat wafat, anaknya mimpi bahwa amalanku yang paling bermanfaat di akhirat adalah menyantuni anak yatim,” pungkasnya.
Sementara itu, sebelum ceramah, acara dilakukan dengan pembacaan surat Yasin, Tahlil, serta pembacaan shalawat.
Gus Hamim, perwakilan dari keluarga dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para masyarakat dan tamu undangan. Semoga segala kebaikan KH Najib Mahfudz bisa terus kita teladani.
”Salah satu yang bisa kita tiru dari beliau adalah kedisiplinan-nya sehingga beliau bisa menjadi pribadi yang bermanfaat,” kata Hamim.
Baca Juga: Haul Ke-50 Habib Sholeh Tanggul Dongkrak Ekonomi Warga, UMKM Banjir Pembeli
Dia juga meminta doa dan support semoga segala apa yang ditinggalkan KH Najib Mahfudz seperti pondok pesantren dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) bisa terus sukses dan berkembang.
Untuk diketahui, selama hidup, selain mendirikan Ponpes Ar Rayyan, KH Najib Mahfudz pernah menjadi Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik. Beliau adalah putera dari KH Mahfudz Ma’shum, Pengasuh Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik. Pesantren Ihyaul Ulum didirikan oleh ayah KH Mahfudz Ma’shum pada 1951 oleh ayah beliau yakni KH Ma’shum Sufyan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Irham Thoriq
Editor: Dwi Lindawati








