Tugujatim.id – Media sosial sedang diramaikan tren viral Nano Banana, fitur penyuntingan gambar berbasis AI dari Google yang memungkinkan pengguna mengubah foto biasa menjadi figur 3D realistis.
Fenomena ini telah menjadi sensasi global dan menarik perhatian jutaan netizen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Apa itu Nano Banana?
Nano Banana adalah nama populer untuk model penyuntingan gambar Google DeepMind yang kini tersedia di aplikasi Gemini. Secara resmi dikenal sebagai Gemini 2.5 Flash Image, fitur ini memungkinkan transformasi yang tertarget dan penyuntingan lokal yang presisi menggunakan bahasa alami.
Gemini 2.5 Flash Image merupakan model multimodal yang dirancang untuk generasi dan penyuntingan gambar yang cepat dan conversational, lebih seperti mitra kreatif yang duduk di samping pengguna.
Tren Viral Media Sosial
Apa yang dimulai sebagai eksperimen unik dengan tool Gemini 2.5 Flash Image kini telah berkembang menjadi gelombang global pembuatan figur digital, mengubah foto biasa menjadi model miniatur 3D yang realistis.
Tren Nano Banana dengan cepat menjadi viral di platform seperti Instagram dan TikTok, di mana gambar figur 3D dari orang, hewan peliharaan, bahkan karakter fiksi dibagikan dengan detail yang mencolok. Lonjakan popularitas dimulai ketika selebriti dan politisi ternama ikut berpartisipasi.
Tren ini telah viral di Instagram dan X (sebelumnya Twitter), dengan jutaan orang membagikan versi miniatur kreatif dari diri mereka, hewan peliharaan, dan bahkan foto pemandangan.
Kemudahan Penggunaan dan Fitur
Gemini 2.5 Flash Image memberikan hasil yang cepat, mudah diakses, dan mengejutkan akurat untuk penyuntingan dan generasi gambar, dengan keunggulan kemudahan penggunaan tanpa memerlukan keahlian profesional.
Tidak diperlukan unduhan aplikasi — fitur ini bekerja langsung di browser mobile, membuatnya mudah diakses. Menurut postingan dari akun resmi Google Gemini di X, “Dari foto ke gaya figur hanya dalam satu prompt”.
Pengguna dapat menghasilkan, mentransformasi dan mengedit gambar dengan prompt teks sederhana, atau menggabungkan beberapa gambar untuk menciptakan sesuatu yang baru, termasuk menggunakan kembali karakter yang sama sambil mengubah pakaian, pose, pencahayaan, atau scene.
Dampak dan Popularitas
Google’s Nano Banana telah menghasilkan 200 juta gambar AI di Gemini, menunjukkan tingginya minat pengguna terhadap fitur ini.
Perilisan Nano Banana sangat cepat memengaruhi statistik di app store: Gemini kini berada di peringkat #2 kategori Produktivitas di App Store, dan #13 di Play Store.
Di tahun 2025, tren “Nano Banana” menjadi gelombang viral di mana pengguna menciptakan figur 3D kecil dari diri mereka dan membagikannya online, dari Instagram reels hingga WhatsApp forwards.
Inovasi Teknologi AI
Sistem ini memperkenalkan beberapa peningkatan dari model Flash sebelumnya, termasuk konsistensi karakter lintas prompt, fusi multi-gambar, penyuntingan berbasis prompt yang presisi, dan integrasi pengetahuan dunia untuk pemahaman semantik.
Update ini, dikembangkan dalam kolaborasi dengan DeepMind, memperkenalkan kemampuan yang kuat dalam penyuntingan gambar AI, termasuk konsistensi karakter, transfer gaya multidimensional, dan penyuntingan conversational.
Antusiasme di Indonesia
Indonesia turut merasakan dampak tren global ini. Netizen kawasan Asia, termasuk Indonesia, antusias menciptakan gambar figur 3D yang menakjubkan dari selfie menggunakan Gemini 2.5.
Tren ini menunjukkan bagaimana teknologi AI semakin mudah diakses untuk kreativitas sehari-hari, membuka peluang baru bagi ekspresi digital yang inovatif. Tren ini menggabungkan kreativitas dengan sentuhan humor, membuat foto biasa tampak luar biasa.
Nano Banana membuktikan bahwa teknologi AI tidak hanya untuk keperluan profesional, tetapi juga dapat menjadi alat hiburan kreatif yang mudah digunakan oleh masyarakat umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Dela Adelatul Hasanah/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








