Hektaran Tanaman Jagung Ludes Diserang Hama Tikus Hutan di Tuban

Hektaran Tanaman Jagung Ludes Diserang Hama Tikus Hutan di Tuban

  • Bagikan
Petani memperlihatkan tanaman jagungnya yang diserang hama tikus hutan di Tuban, Minggu (5/12/2021).
Petani memperlihatkan tanaman jagungnya yang diserang hama tikus hutan di Tuban, Minggu (5/12/2021). (Foto: Rochim)

TUBAN, Tugujatim.id – Hektaran tanaman jagung di tepian hutan perbukitan kapur, tepatnya di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ludes tak tersisa diserang hama tikus hutan, Minggu (5/12/2021).

Sejak sepekan terakhir, kawanan hewan pengerat yang beraksi di malam hari itu memakan biji jagung yang berusia 60 hari. Tikus hanya tersisa bonggolnya saja. Akibat hama tersebut, petani gagal panen dan mengalami kerugian belasan juta rupiah.

Kondisi ini salah satunya dialami Junaidi (35) warga setempat. Tanaman jagung yang dia tanam di lahan seluas 2.000 meter persegi gagal panen, setelah hama tikus hutan yang beraksi pada malam hari menghabisi buah jagung di lahannya.

“habis jangungnya mas, dimakan tikus,” ujar Junaidi kepada awak media di lokasi lahannya.

Bonggol jangung petani di Tuban rusak dimakan hama tikus hutan. (Foto: Rochim)

Menurut Junaidi, serangan hama tikus hutan ini terjadi sejak dua tahun terakhir. Namun, serangan terparah terjadi pada tahun ini. Pasalnya, tikus memakan seluruh biji jagung hingga tak tersisa.

Akibat serangan hama ini, petani dipastikan gagal panen dan mengalami kerugian antara 15 hingga 20 juta rupiah per 2.000 meter persegi lahan. Petani hanya bisa memanfaatkan batang dan daun jagung untuk pakan ternak.

“Sisa daun dan batang jagungnya untuk pakan sapi mas,” ungkapnya.

Berbagai upaya, sebenarnya telah dilakukan para petani setempat untuk membasmi hama tikus hutan ini. Salah satunya dengan melakukan perburuan tikus dengan cara manual. Yakni dengan menggali lubang tempat tikus bersarang dengan cangkul dan langsung membunuhnya. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil maksimal.

“Sudah kita obati (racun), ataupun dilakukan pemburuan. Tapi tikusnya masih banyak. Malah semakin ganas, memakan tanaman jagungnya,” ungkap Safii, petani jagung lainnya.

Atas kondisi ini, para petani hanya bisa pasrah. Mereka hanya berharap, pemerintah membantu mencarikan solusi penanganan serta memberikan bantuan bibit dan modal.

“Sementara tidak kita tanami dulu. Kalau kita tanami lagi. Khawatir diserang tikus lagi,” pungkasnya.

  • Bagikan