• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kampung Lawas Maspatih dan geliat UMKM di tengah pandemi COVID-19. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Kampung Lawas Maspatih dan geliat UMKM di tengah pandemi COVID-19. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Hiruk-Pikuk UMKM Warga Kampung Lawas Maspatih Surabaya

Jejak Wisata ‘Kampung Lawas Maspati’ Surabaya di tengah Pandemi COVID-19 (Bagian 2 dari 2)

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Featured, Sastra & Budaya, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Tugu Jatim berkeliling Kampung Lawas Maspatih. Ada rumah yang khusus berjualan nasi gudeg, ada yang membuka toko kelontong lengkap, sebagian menyulap rumah menjadi kios-kios, spot khusus hidroponik, pembuatan kue dan kerajinan tangan. Namun, keresahan warga datang, seiring pandemi COVID-19 setahun ini.

“Tentu memengaruhi. Yang tadinya kami mendapat kunjungan dari wisatawan asing berbagai negara, namun sekarang tidak bisa. Sebelumnya, sebulan bisa sampai Rp 60 juta, per kunjungan Rp 2 juta dengan 25 orang rombongan,” jelas Sabar pada Tugu Jatim dengan raut wajah yang tampak tabah, Jumat (08/01/2021), pukul 16.00 WIB.

You might also like

Kereta Malang-Surabaya

Jadwal Kereta Malang-Surabaya Terbaru 2026, Harga Tiket dan Pilihan KA Favorit

15/06/2026 12:00 PM
Taman Kota

Taman Kota Tersepi di Surabaya yang Jarang Ramai, Cocok untuk Cari Ketenangan

15/06/2026 11:19 AM

Baca Juga: Hobi Menyaksikan Video Binatang Lucu dan Imut Baik untuk Kesehatan, Studi Membuktikan

Dari anggaran yang masuk Rp 2 juta itu, Sabar menjelaskan bakal dibagi dan kembali ke warga lagi. Untuk membayar tour guide, penari, penyanyi, sebagian untuk membeli minuman, jajanan dan edukasi UMKM yang dijalankan warga Kampung Lawas Maspatih Surabaya.

Ketua RW 3 Kampung Lawas Maspatih juga merasakan keresahan yang sama dengan seluruh orang di dunia akibat COVID-19. Ekonomi warga terhambat. Pemasukan kas kampung juga macet, UMKM yang sudah dibangun mendadak sepi. Penginapan wisatawan yang dulu ramai kini tiada yang mengisi.

“Tidak ada, tidak ada perhatian dari pemerintah, kasihan orang yang berjualan di sini. Ayo, jangan diskriminasi. Kalau kampung menjadi kotor lagi, membangunnya susah. Apa karena pandemi COVID-19 kampung ini dibuyarkan? Yang dialiri dana selalu wisata alam, jutsru menjaga kampung kaya gini yang susah,” jelas Sabar Suastono pada Tugu Jatim sambil duduk di kursi panjang, Jumat (08/01/2021).

Kampung Lawas Maspatih sudah dikenal wisatawan asing dari Eropa sampai Asia. Banyak dipublikasikan media. Sehingga, terhitung mengharumkan nama Kota, Provinsi dan Negara. Namun, Kampung Lawas Maspatih sampai sekarang belum banyak diberi perhatian pemerintah, terlebih soal anggaran untuk pelestarian.

Baca Juga: Tips dan Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Usia Dini

“Untuk menyiasati, kami sekarang buat aplikasi sendiri menjual produk-produk UMKM warga. Kami berencana membuat video di channel YouTube mengenai cerita Kampung Lawas Maspatih. Yang lucu, yang menarik. Nanti uangnya bisa dapat dari situ,” tutur Sabar Suastono menjelaskan siasat di tengah wisata dan UMKM yang sedang sepi.

Kendati fasilitas untuk buat channel YouTube itu masih belum tercukupi, tidak ada sarana dan prasarana. Hanya menggunakan handphone. Sabar Suastono, berupaya sebisa mungkin untuk tetap menjalankan ekonomi warganya di tengah pandemi COVID-19.

“Itu jalan satu-satunya, tapi konsep videonya ‘ngelawak’. Lucu kontennya, seminggu sekali upload. Tapi tidak ada dana. Kita harus larinya ke situ, nanti uangnya sama dengan saat membuka wisata dulu. Ya itulah mas,” jelas Sabar dengan wajah yang tabah sambil bercerita rencananya pada Tugu Jatim, Jumat (08/01/2021).

Harapan Sabar, pemerintah mulai memperhatikan wisata-wisata kampung semacam ini. Selesai mengobrol selama 60 menit soal sejarah, babat alas dan hiruk-pikuk Kampung Lawas Maspatih saat pandemi COVID-19, Tugu Jatim meminta izin pada Sabar Suastono untuk mengabadikan momen di sudut-sudut kampung sembari berpamitan pulang. (Rangga Aji/gg)

Tags: destinasi wisata di SurabayaKota Surabayarekomendasi wisatarekomendasi wisata di SurabayaSurabayaWisata
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Kereta Malang-Surabaya

Jadwal Kereta Malang-Surabaya Terbaru 2026, Harga Tiket dan Pilihan KA Favorit

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:00 PM
0

Tugujatim.id – Kereta Malang-Surabaya masih menjadi pilihan favorit banyak orang yang ingin bepergian dengan praktis tanpa harus menghadapi kemacetan di...

Taman Kota

Taman Kota Tersepi di Surabaya yang Jarang Ramai, Cocok untuk Cari Ketenangan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 11:19 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, ternyata masih ada beberapa taman yang relatif lebih tenang dibanding taman-taman populer...

Wisata Murah Jawa Timur

15 Wisata Murah Jawa Timur yang Ramai Dikunjungi Tahun 2026

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 10:15 AM
0

Tugujatim.id - Jawa Timur masih menjadi salah satu tujuan liburan favorit wisatawan pada tahun 2026. Selain memiliki bentang alam yang...

Pantai Bentar Probolinggo

Keindahan Pantai Bentar Probolinggo yang Kian Populer, Ini Daya Tariknya!

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:14 AM
0

Tugujatim.id – Pantai Bentar Probolinggo semakin dikenal sebagai destinasi wisata favorit di Jawa Timur yang menawarkan keindahan alam yang memikat....

Next Post
Badan Ketahanan Pangan dan Satgas Pangan Jatim melakukan sidak ke beberapa produsen tempe di Surabaya. (Foto: Dokumen/Polda Jatim)

Badan Ketahanan Pangan dan Satgas Pangan Sidak Produsen Tempe di Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID