KOTA MALANG, Tugujatim.id – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menggaungkan semangat gotong royong dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang pada Rabu (1/4/2026).
Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai persoalan kota di tengah keterbatasan anggaran.
Dalam kesempatannya, Amithya menegaskan bahwa rekomendasi rekomendasi yang terus disuarakan DPRD Kota Malang tidak hanya berhenti pada evaluasi kebijakan. Tetapi juga mendorong perubahan pola kerja antar pemangku kepentingan.
“Di setiap kesempatan, saya selalu menyampaikan bahwa jalan terbaik adalah gotong royong semua stakeholder,” ucapnya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran saat ini menuntut seluruh perangkat daerah untuk meninggalkan ego sektoral. Tanpa koordinasi yang kuat, program pembangunan daerah berisiko tidak efektif dan justru berpotensi menghabiskan energi dan biaya.
“Kalau tidak ada mekanisme koordinasi yang baik, itu akan boros energi, boros biaya dan boros program. Sasarannya itu itu saja. Jadi harus ada sinergi,” tegasnya.
Ia mencontohkan, pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar bisa berjalan optimal. Mulai dari Dinkes, Dinsos P3AP2KB, Disnaker PMPTSP hingga Dispendukcapil.
Masing masing OPD tersebut memiliki peran penting dalam memastikan akurasi data. Misalnya Disnaker mendata pekerja penerima upah, Dukcapil melacak masyarakat yang sudah meninggal, bayi yang baru lahir dan lain sebagainya.
“Data data ini penting agar tak ada dobel data atau bahkan tak terdata. Tentu melalui sinergi lintas OPD, jangan jalan sendiri sendiri. Dengan demikian, program UHC benar benar tepat sasaran,” tuturnya.
Dalam konteks pembangunan Kota Malang masa depan, pihaknya juga mendorong keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat. Termasuk komunitas berbagai latar belakang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan tepat sasaran.
Momentum HUT ke-112 Kota Malang ini, lanjut Amithya, harus menjadi pengingat bahwa penyelesaian berbagai persoalan kota termasuk soal kemiskinan, banjir hingga kemacetan tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Harapannya, banyak hal yang bisa segera disinergikan. Karena hanya dengan gotong royong, pembangunan bisa lebih efektif dan dirasakan masyarakat luas,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








