• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Danau Ranu Grati Pasuruan

Ribuan ikan yang mati mendadak di danau Ranu Grati Pasuruan akibat fenomena sapon (dok warga)

Ikan Danau Ranu Grati Pasuruan Mati Akibat Fenomena Sapon

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
6 months ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pasuruan, Tugujatim.id – Ikan Danau Ranu Grati Pasuruan mati akibat fenomena Sapon. Ikan yang mati dalam beberapa hari terakhir diperkirakan mencapai ribuan ekor.

Donas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mengungkapkan bahwa sapon merupakan fenomena alam yang diakibatkan oleh proses upwelling atau pengadukan arus dari dalam danau.

You might also like

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

18/07/2026 4:04 PM
TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

16/07/2026 8:55 PM

Kabid Perikanan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Wahid Setyantoro mengungkapkan upwelling atau pengadukan arus dari dalam danau mengakibatkan lapisan air dari dalam danau yang memiliki kandungan bahan organik terangkat ke permukaan. Hal ini menyebabkan kadar oksigen terlarut menurun drastis hingga ikan menjadi keracunan dan mati mendadak.

“Secara ilmiah sapon merupakan upwelling. Yakni adanya pengadukan arus dari dalam danau, sehingga kandungan bahan organik naik ke permukaan. Akibatnya oksigen berkurang dan ikan tidak bisa bertahan,” ujar Wahid pada Sabtu (31/1).

Menurut Wahid, fenomena sapon ini sangat bergantung pada faktor cuaca, khususnya angin barat yang kerap bertiup kencang belakangan ini. Angin tersebut memicu bergeraknya massa air di danau sehingga sapon makin sulit diprediksi dan bisa terjadi kapanpun.

“Kemarin sering muncul di waktu-waktu tertentu, untuk sekarang sudah tak bisa dipastikan. Selama angin barat masih berhembus, sapon bisa terjadi tiba-tiba,” ungkapnya.

DKP3 menghimbau para petambak untuk mewaspadai sapon terutama ketika cuaca ekstrem. Walaupun sulit dicegah sepenuhnya, memantau kondisi air serta mengurangi kepadatan ikan dalam keramba dianggap bisa mengurangi risiko kerugian.

Rusdi (52) , seorang petambak ikan asal Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, mengatakan kematian ikan akibat sapon lebih sering terjadi ketika jelang matahari terbit dan tenggelam. Terutama ketika terjadi hujan deras beserta angin kencang.

“Angin datangnya pagi dan sore,” ujar Rusdi.

Rusdi menyebut dia mempunyai 24 petak keramba berisi tombro dan nila. Ia mengalami kerugian jutaan rupiah karena ribuan ikan yang mati.

“Kemarin ada satu kuintal mati, ruginya Rp 3 juta, sekarang 3 kuintal, rugi Rp 7 juta,” ungkapnya.

Khoirul Anam, warga lain yang mempunyai 18 petak keramba juga merugi karena banyak ikannya yang mati. Ia harus memilih ikan mati yang masih layak dijual.

“Sekarang sulit dan hampir nggak bisa diprediksi datangnya sapon,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Lohk Mahfud

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita Pasuruanfenomena alamKabupaten PasuruanPasuruan
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

CR-V.

5 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Sopir Honda CR-V Hantam Truk Parkir Diduga Microsleep

by Dwi Linda
16/07/2026 3:17 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan truk terjadi di jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B, tepat di wilayah...

Bengkel dan warung kopi.

Kompor Gas Bocor Diduga Bakar Bengkel dan Warung Kopi di Lawang, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

by Dwi Linda
13/07/2026 5:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah bengkel yang juga difungsikan sebagai warung kopi di Jalan Sumberwuni, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang,...

Next Post
KPK

KPK Jadwalkan Pemanggilan Saksi Kasus Korupsi di Kota Madiun

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID