MALANG, Tugujatim.id – Menyambut tahun baru 2024, pemerintah pusat memiliki target untuk mendigitalisasi setidaknya 30 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, fokus mereka adalah mengajak UMKM di secondary city atau kota pinggiran untuk beralih ke ranah digital.
Lebih lanjut, pemerintah berupaya menghubungkan sekitar 18.000 pasar tradisional dengan platform e-commerce melalui berbagai marketplace online.
Sejalan dengan upaya tersebut, komunitas Immers Indonesia (Internet Marketers) telah mengadakan kegiatan di Malang Creative Center (MCC) menjelang akhir tahun 2023. Dalam konteks ini, komunitas Dimensi juga memberikan perhatian kepada pelaku UMKM dan komunitas yang terkait dengan kebutuhan digitalisasi.
Event “Dimensi Goes to Malang” Immers Indonesia Diikuti 200 Peserta dari Seluruh Indonesia
Kegiatan Immers Indonesia tersebut dihadiri oleh 200 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Yogyakarta, Nganjuk, Makassar dan lainnya. Peserta yang terdiri dari pelaku UMKM yang berjualan melalui e-commerce ini terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui acara bertajuk ‘Dimensi Goes to Malang,’ terdapat sesi mentoring bersama praktisi, peserta belajar secara langsung untuk meningkatkan omzet dengan berbagai cara. Misalnya dengan membuat product winning, riset hingga pembuatan produk untuk bisnis.

Bahkan, secara detail, mentor memberikan skema penggajian karyawan yang tentunya menarik peserta yang hadir. Bahkan, memberikan contoh studi kasus untuk memberikan solusi dalam permasalahan yang terjadi.
Salah satu peserta yang berasal dari Yogyakarta mempertanyakan terkait bagaimana cara agar campaign sukses.
Ade Suhendri, selaku pembicara dan praktisi dari Dimensi yang sudah melakukan penjualan sekitar delapan sampai 1.000 per hari mengungkapkan, dalam melakukan kampanye, pemilik usaha harus mempertimbangkan produk andalan yang dimiliki.
“Mereka harus menentukan product winning. Hal ini ditentukan dari produk mana yang memiliki penjualan tinggi dan laris di pasaran. Sehingga, bisa melakukan campaign maupun iklan secara tepat sasaran,” kata Ade.
Kemudian, peserta lain, yang berasal dari Tulungagung mempertanyakan terkait waktu penambahan tim atau karyawan.
Ivan Rezky, praktisi yang mendalami strategi cuan dengan winning team menjawab, dalam menentukan tim, memerlukan berbagai pertimbangan.
“Ketika usaha sudah besar dan tim produksi membutuhkan banyak tenaga untuk proses produksi maupun pasca produksi,” papar dia.
Baca Juga: Tak Hanya Digitalisasi Sekolah, Jagoan Hosting Komitmen Beri Perhatian Komunitas dan UMKM
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, kegiatan yang berkaitan dengan komunitas maupun UMKM bertambah banyak. Sebab, memasuki tahun baru 2024, pemerintah pusat menargetkan setidaknya ada 30 juta UMKM yang terdigitalisasi. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, mereka menyasar secondary city atau UMKM yang ada di kota pinggiran untuk go digital.
Bahkan, pemerintah sedang berupaya untuk menghubungkan UMKM yang terdiri dari 18.000 pasar tradisional dengan marketplace online melalui beberapa platform e-commerce.
Di era teknologi ini, komunitas memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan teknologi di Indonesia dengan memfasilitasi kolaborasi, pelatihan, inovasi, dan penyebaran pengetahuan. Mereka memainkan peran penting dalam memajukan sektor teknologi di negara ini.
Misalnya, komunitas memberikan kontribusi dalam bidang edukasi, pelatihan bahkan mendukung pertumbuhan startup dan teknologi. Mereka memberikan kesempatan untuk berbagi gagasan, mendapatkan dukungan, dan mendekati investor.
Tak hanya itu, melalui forum online, grup diskusi, dan media sosial, komunitas menyebarkan informasi dan pengetahuan teknis. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan pengetahuan dalam masyarakat.
Komunitas juga berperan sebagai open source dan proyek kolaboratif. Komunitas seringkali berperan dalam pengembangan perangkat lunak open source dan proyek kolaboratif. Mereka memberikan akses terbuka terhadap teknologi, mempromosikan kerjasama, dan menghasilkan produk yang inovatif.
Jagoan Hosting Dukung Tumbuh Kembang UMKM dan Komunitas di Indonesia
Sampai saat ini, Jagoan Hosting terus menciptakan sinergi dan kolaborasi antar komunitas, akademisi, bisnis, media hingga pendanaan. Salah satunya, dengan memberikan support pada kegiatan maupun program yang dimiliki antar sektor.
Sejak tahun 2007, Jagoan Hosting telah menjadi pilihan dipercaya bagi ratusan ribu pengguna di seluruh Indonesia dalam mengonlinekan bisnis mereka. Penyedia web hosting terbesar di Indonesia ini menyediakan layanan hosting, domain, cloud, dan VPS yang stabil serta mudah digunakan. Tentunya dengan dukungan penuh dari tim professional dan layanan pelanggan 24/7.
“Kami akan memberikan dukungan berupa infrastruktur domain maupun hosting sesuai dengan kebutuhan,” kata General Manager Jagoan Hosting, Andy Novianto.
(Adv)
Editor: Imam A. Hanifah








