MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bahan Bakar Mesin (BBM) jenis Pertamax menjadi komoditas penyumbang andil terbesar terjadinya inflasi Agustus 2024 di Kabupaten Mojokerto. Hal ini berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mojokerto.
Sementara komoditas lain yang turut memberi andil besar selain bensin adalah telur asin, tempe, beras, emas perhiasan, cabai rawit, solar non subsidi, kentang, lele dan daging ayam kampung. Angka inflasi Kabupaten Mojokerto mengalami kenaikan nilai dari Juli 2024 lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,01 persen.
“Kenaikan nilai inflasi yang terjadi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Agustus 2024 dipengaruhi oleh naiknya harga bahan bakar non subsidi (Pertamax dan Solar). Kenaikan harga bahan bakar tersebut dapat memicu kenaikan biaya produksi dan biaya distribusi yang turut berdampak pada kenaikan harga pada beberapa sektor perekonomian,” tulis Laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mojokerto dikutip Rabu (4/09/2024).
Sementara, komoditas penyumbang deflasi tertinggi di Kabupaten Mojokerto pada Agustus 2024 adalah bawang merah yang pada bulan ini terpantau mengalami penurunan harga. Anjloknya harga bawang merah ini disebabkan karena adanya overstock usai panen raya di beberapa sentra produksi hingga akhir Juli 2024 lalu.
Komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan lalu yaitu bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, telur ayam ras, bandeng, wortel, bawang putih, daging sapi, udang basah, dan tepung terigu.
Inflasi pada Agustus 2024 di Kabupaten Mojokerto sendiri tercatat sebesar 0,13 persen. Terdapat dua kelompok komoditas yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok transportasi dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kemudian untuk kelompok komoditas yang memberikan andil deflasi di Kabupaten Mojokerto yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Sedangkan delapan kelompok komoditas lain yang terdiri dari kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar; kelompok perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tidak memberikan andil terhadap inflasi.
Selanjutnya untuk laju inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto dari Januari hingga Agustus 2024, yakni sebesar 1,40 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (year on year) periode Agustus 2023 hingga Agustus 2024 sebesar 2,32 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








