JEMBER, Tugujatim.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember mencatat Inflasi Jember Oktober 2024 sebesar 0,14 persen dan inflasi tahunan sebesar 1,55 persen. Persentase tersebut berada di bawah Jawa Timur dan di atas nasional, yakni sebesar 0,15 dan 0,8 persen. Petanda apakah ini?
Kepala BPS Jember, Tri Erwandi menjelaskan bahwa, yang menjadi kekhawatiran jika terjadi deflasi. Melihat, di bulan sebelumnya Kabupaten Jember mengalami deflasi sebesar 0,10 persen. Jika itu terulang kembali di bulan Oktober, maka Kabupaten Jember mengalami deflasi selama enam kali.
“Ini artinya, jangan-jangan daya beli masyarakat sudah drop begitu ya, tapi kalau inflasi ada beberapa komoditas yang kemarin sebelumnya itu naiknya lama, naik terus, seperti tomat dan bawang merah,” jelas Tri Erwandi pada Jumat (1/11/2024).
Setidaknya, beberapa komoditas penyumbang inflasi selama bulan Oktober 2024 di Kabupaten Jember, di antaranya ada emas perhiasan (yang dipengaruhi harga global), daging ayam ras, tomat, kopi bubuk, rawon, labu siam, minyak goreng, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan telur ayam ras.
Menurutnya, laju inflasi tersebut dipengaruhi peristiwa makro, dimana kenaikan emas, harga kopi dunia, daging ayam ras, dan Bahan Bakar Minyak (BBP) non subsidi, berpengaruh secara signifikan.
Selain itu, Tri Erwandi juga menyoroti harga beras di bulan Oktober yang mengalami stabilitas harga. “Malah turun sedikit, jadi beras tadi turun sekitar 0,3 persen, tadi disampaikan Bulog juga kesediaan pangan sampai Desember masih bisa terjaga dan aman,” katanya.
Sementara harga cabai, menurut Tri Erwandi mengalami penurunan, terutama cabai rawit. Sedangkan harga cabai merah cenderung stabil. “Kalau bawang merah itu naik sedikit,” pungkas Tri Erwandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








