Inovatif, 9 Kuburan di Malang Bakal Bertambah Fungsi untuk Olah Tanaman Produksi

  • Bagikan
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko saat menanam bibit pohon cokelat di TPU Kutobedah, Kota Malang. (Foto) UPT PPU Malang

MALANG –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pemakaman Umum (UPT PPU) Kota Malang memiliki program inovatif. Pihaknya berencana menambah fungsi kuburan untuk mengolah tanaman produksi seperti kopi atau coklat. Bahkan, 9 TPU diproyeksikan untuk hal tersebut.

Sebelumnya, inovasi serupa berhasil diterapkan di tahun 2017, tepatnya di TPU Nasrani Sukun (Kuburan Londho). Di mana di lahan tersebut ditanami pohon kopi yang kemudian tumbuh subur hingga panen dan dikemas apik dengan nama Kopi Tulang. Merk kopi asli Kota Malang yang lahir di tanah pekuburan dan membawa rezeki bagi warga sekitar.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Kesuksesan ini rupanya berusaha direplikasi di 9 lahan TPU lain yang dikelola Pemkot Malang. Kepala UPT PPU Takroni Akbar mengatakan, kesembilan TPU lain itu memang diharapkan memiliki manfaat tambahan terutama bagi warga sekitar.

Dalam hal ini, TPU diharapkan memiliki ciri khas masing-masing melalui penanaman pohon produksi atau hal lain yang bisa dimanfaatkan warga sekitar.

”Jadi masing-masing TPU nanti rencananya akan punya ciri khas masing-masing yang berbeda-beda sebagai ciri khas. Kalau Sukun kan sudah ada kopi,” terangnya, Kamis (6/8).

Terbaru, UPT PPU menanam sebanyak 25 bibit pohon cokelat di TPU Sukorejo (Kutobedah) pada Selasa (4/8) kemarin. Nantinya, kata Takroni diharapkan ada produk ciri khas yang lahir dari TPU Kutobedah seperti Cokelat Corona misalnya.

”Nah, di sana kan ditetapkan sebagai lokasi makam khusus COVID-19. Kami sudah ada bayangan untuk branding nama produk khas dengan nama Coklat Corona nanti kalau berhasil panen,” terangnya mencontohkan.

Selain membawa manfaat ekonomis, juga ditujukan sebagai pengingat sejarah bagi generasi penerus bahwa Kota Malang dulunya juga pernah mengalami musibah wabah.

Tentu, lanjut dia branding kuburan tematik ini praktis membutuhkan kerjasama dan dukungan warga sekitar. Tak hanya menanam, tapi juga andil dalam proses pengolahan produksi mulai perawatan, panen hingga packaging.

”Kalau sudah jadi dan terkonsep kan keuntungannya ya buat warga sendiri. Ada penghasilan baru bagi warga yang sehari-hari juga mengais rezeki dari areal pemakaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk TPU lain sementara masih akan dipikirkan terkait jenis tanaman apa yang cocok untuk ditanam. Pemilihan jenis tanaman  sangat penting. Utamanya yang memiliki nilai tambah dari segi ekonomis masyarakat setempat.

Terpisah, inovasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko, dimana langkah UPT PPU dalam mengubah citra kuburan yang semula seram menjadi lahan produktif. Setelah Kopi Tulang, kini bakal ada Coklat Corona di TPU Kutobedah.

Ditanamnya pohon coklat ini, nantinya diharapkan juga harus diikuti dengan menghadirkan fasilitas pengolahan biji coklat hingga menjadi produk yang bisa mendatangkan keuntungan dan penghasilan.

”Tentunya harus dengan melibatkan masyarakat sekitar makam dan sehingga hasilnya juga dipetik oleh masyarakat sendiri,” pungkasnya.

 

Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan