Inovatif, SMPN 2 Bojonegoro Buat Kebun Sayur Hidroponik di Atas Gedung Sekolah

  • Bagikan
Kepala sekolah SMPN2 Bojonegoro, saat menjelaskan mengenai inovasi penanaman sayur di atap gedung sekolah. (Foto: Instagram SMPN 2 Bojonegoro)
Kepala sekolah SMPN2 Bojonegoro, saat menjelaskan mengenai inovasi penanaman sayur di atap gedung sekolah. (Foto: Instagram SMPN 2 Bojonegoro)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Upaya SMPN 2 Bojonegoro dalam memanfaatkan keterbatasan lahan patut diacungi jempol. Dengan lahan terbatas, SMPN yang ada di Jalan Dr Wahidin Kabupaten Bojonegoro ini membuat kebun aneka sayuran di atas atap gedung sekolah.

Menurut Kepala SMPN 2 Bojonegoro Drs. Muslim, MM., kebun sayur itu dibuat sejak November 2020. Awalnya, ia melihat kondisi SMPN 2 yang minim lahan. Namun, pihaknya menginginkan adanya kebun sayur di sekolah.

“Memang kalau dilihat dari segi luas lahan yang dimiliki SMPN 2 ini sangat sempit, namun Alhamdulillah dengan lahan sempit itu menjadi tantangan buat kita,” ujarnya melalui akun Instagram resmi SMPN 2 Bojonegoro, Sabtu (30/01/2021). Di mana Tugu Jatim telah izin untuk mengutip keterangan tersebut.

Kebun yang berada di lahan seluas 10 x 20 meter ini memanfaatkan 10 media paralon. Untuk satu media tanam berisi 300 sayuran, dan ada 6 jenis sayuran di kebun sayur hidroponik milik SMPN 2 Bojonegoro ini, diantaranya selada merah, pagoda, bawang brazil, selada kriting, daun mint dan lainnya.

“Di lantai 3 inilah, lahan seluas 10×20 meter, sekarang bisa ditanami berbagai macam sayuran, mulai selada, pagoda, bayem brazil, selada kriting, daun mint, dan lainnya. Kami punya 6 media tanam, sehingga ada 1.800 sayuran yang ditanam,” terangnya.

Sebanyak 754 siswa dan 52 guru di SMPN 2 Bojonegoro antusias mengembangkan kebun sayur tersebut. Saat ini, tanaman sayuran sudah masuk masa penyemaian. Diperkirakan pada akhir Februari mendatang sudah memasuki masa panen.

“Tidak sampai Maret, kemungkinan sudah bisa dipanen,” tuturnya.

Kebun sayur tersebut, lanjut Muslim sesuai dikutip dari laman resmi Pemkab Bojonegoro, bukan hanya bertujuan mengembangkan sayuran saja, melainkan juga punya nilai edukasi bagi siswa. Karena sejak November 2020, di tengah pandemi siswa diharuskan belajar secara daring. Meski demikian, untuk pembelajaran lingkungan, siswa dijadwal untuk ikut merawat sayuran.

“Awalnya guru, lalu pengetahuan ditularkan ke anak-anak,” kata Muslim.

Pihak sekolah berencana terus mengembangkan sayuran yang akan ditanam, Untuk saat ini memang dipilih jenis sayuran yang kurang familiar bagi masyarakat. Hal itu disengaja sebagai bentuk edukasi bagi siswa soal jenis-jenis sayuran. (Mila Arinda/gg)

  • Bagikan