Jadi Arena Favorit Balap Liar, Jalibar Kota Batu Dipasangi Polisi Tidur - Tugujatim.id

Jadi Arena Favorit Balap Liar, Jalibar Kota Batu Dipasangi Polisi Tidur

  • Bagikan
Pengendara yang melintas harus menurunkan laju kendaraannya karena ada speed trap alias polisi tidur yang mulai dipasang pada Rabu (22/09/2021) di kawasan Jalibar Kota Batu untuk menghalau aksi balap liar. (Foto: Azmy/Tugu Malang/ Tugu Jatim)
Pengendara yang melintas harus menurunkan laju kendaraannya karena ada speed trap alias polisi tidur yang mulai dipasang pada Rabu (22/09/2021) di kawasan Jalibar Kota Batu untuk menghalau aksi balap liar. (Foto: Azmy/Tugu Malang/ Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Polisi mulai memasang speed trap atau polisi tidur di sepanjang jalan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kota Batu pada Rabu (22/09/2021). Ini menjadi cara terakhir guna menghalau aksi balap liar yang sering terjadi di sini.

Total ada 4 titik yang dipasangi polisi tidur di jalibar ini. Masing-masing titik dipasangi 1-3 baris speed trap. Pantauan reporter, para pengendara, terutama motor modifikasi, tak bisa lagi memacu kenop gasnya kencang-kencang.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Batu Ipda M. Huda menuturkan, kegiatan balap liar di jalur alternatif Kota Batu ini sudah terbilang meresahkan warga dan pengguna jalan yang lain. Seperti diketahui, sejak jalibar selesai dibangun sekitar 2016-2017 ini kerap disalahgunakan menjadi arena balap liar.

”Dengan speed trap ini, kami harap bisa mencegah aksi balap liar yang sering terjadi dan pengguna jalan bisa waspada dengan mengurangi laju kendaraannya saat lewat sini,” paparnya.

Tak hanya itu, nanti pihaknya juga akan memasang banner imbauan melarang aksi balap liar. Cara ini juga menjadi bagian dari Ops Patuh Semeru Polres Batu 2021.

Dengan adanya polisi tidur yang dibangun di jalibar ini mendapat apresiasi positif dari warga sekitar. Seperti dikatakan Suparman, 54, yang juga sudah merasa terganggu dengan keberadaan pebalap liar ini sejak lama.

Selain mengganggu kenyamanan para pengunjung di Rest Area Jalibar, keselamatan pengunjung dan warga sekitar saat melewati kawasan itu juga ikut terancam oleh aksi kebut-kebutan.

”Dulu bahkan sampai ada yang taruhan. Kami warga sini juga sering marah-marah sampai bertengkar. Tapi, ya mereka tetap aja,” beber pria yang bekerja sebagai linmas di Rest Area Jalibar ini.

Belum lagi, Suparman melanjutkan, tak jarang dalam aksi balap liar itu juga diselingi aksi minum-minuman keras, taruhan (judi), dan aksi meresahkan lainnya.

”Sepanjang ada jalibar ini, total ada 4 orang yang meninggal. Ada yang masuk jurang, ada yang nabrak tiang listrik,” ujarnya.

Tentu dengan dipasangi polisi tidur ini, Suparman bersyukur dan berharap aksi balap liar di kawasan rest area bisa diminimalisasi. Selain itu, dia berharap meski sudah dipasangi polisi tidur, petugas tetap harus rutin melakukan patroli.

”Jam-jam balap liar itu seringnya pas sore hari sama pukul 12 malam. Tapi, saya sarankan itu lebih baik polisi tidur dipasang di sepanjang jalibar semua, jangan hanya di kawasan utara saja,” ujar warga Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, ini.

  • Bagikan